Soppeng, katasulsel.com β€” Banyak orang tua mengira anak yang lahap makan otomatis aman dari stunting. Anggapan itu ternyata tidak selalu benar. Di Posyandu Buccello, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, para ibu justru diingatkan bahwa stunting bisa tetap mengintai jika makanan yang dikonsumsi anak tidak bergizi seimbang sejak awal kehidupan.

Pesan itu disampaikan dalam edukasi β€œMenu Gizi Cerdas untuk Cegah Stunting” yang digelar Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita. Fokusnya bukan sekadar mengajak anak makan lebih banyak, tetapi membantu keluarga memahami bahwa pencegahan stunting dimulai dari ketepatan memilih menu, kecukupan gizi, serta pola makan yang dijaga sejak masa kehamilan hingga usia balita.

Mahasiswa PBL III FKM Unhas melibatkan kader Posyandu dan menghadirkan pemateri dari BKKBN sekaligus kader kesehatan, Hj. Andi Rasyida Ahmad, S.K.M., M.Si. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Karena itu, pencegahan stunting tidak cukup hanya memastikan anak makan sampai kenyang. Keluarga juga perlu memahami kualitas makanan yang diberikan, mulai dari kecukupan zat gizi makro dan mikro, variasi menu harian, hingga keamanan makanan yang dikonsumsi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Peserta juga diperkenalkan pada contoh menu gizi cerdas yang bisa diterapkan di rumah dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Edukasi ini menekankan bahwa pencegahan stunting tidak selalu identik dengan makanan mahal, melainkan berangkat dari pengetahuan keluarga dalam menyusun menu yang tepat, beragam, dan sesuai kebutuhan anak.

Di titik inilah persoalan stunting sering tidak disadari. Anak terlihat aktif, tetap makan, bahkan tidak tampak sakit, tetapi kualitas asupan hariannya belum tentu cukup untuk menunjang tumbuh kembang secara optimal. Kondisi seperti inilah yang coba dijelaskan kepada para ibu selama kegiatan berlangsung.

Agar edukasi tidak berhenti pada satu pertemuan, mahasiswa PBL III FKM Unhas juga menyerahkan booklet dan leaflet Menu Gizi Cerdas kepada pihak puskesmas. Materi itu diharapkan dapat digunakan kembali dalam kegiatan Posyandu maupun program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), sehingga pesan pencegahan stunting terus berlanjut di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap para ibu di Kelurahan Bila semakin peka bahwa stunting tidak selalu datang dengan tanda yang langsung terlihat. Kadang masalahnya justru bermula dari dapur rumah, dari menu yang tampak biasa saja, tetapi belum benar-benar memenuhi kebutuhan gizi anak pada masa pertumbuhan.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Soppeng hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Soppeng terbaru di sini