Soppeng, katasulsel.com β Sebuah fakta yang jarang disadari masyarakat terungkap dalam kegiatan edukasi yang digelar di Desa Lalabata Riaja, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng.
Selama ini banyak orang fokus mencegah stunting setelah anak lahir. Padahal, menurut para pegiat kesehatan, ancaman stunting bisa muncul jauh lebih awal, bahkan ketika seorang perempuan belum hamil.
Temuan itulah yang menjadi perhatian Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin saat menggelar program SIGIZI (Sosialisasi dan Edukasi Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil dan Wanita Usia Subur untuk Pencegahan Stunting) di Dusun Anrenge.
Puluhan peserta yang terdiri dari ibu hamil dan wanita usia subur tampak serius mengikuti kegiatan tersebut. Banyak di antara mereka mengaku baru mengetahui bahwa pola makan sehari-hari ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan anak yang kelak akan dilahirkan.
Yang membuat kegiatan ini berbeda, materi tidak dibawakan oleh dosen atau dokter dari luar daerah. Edukasi justru disampaikan oleh kader posyandu setempat, Gustina, yang selama ini aktif mendampingi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Gustina menjelaskan bahwa salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah anggapan bahwa makanan bergizi harus mahal.
Padahal, sejumlah bahan pangan yang mudah ditemukan di kebun maupun pekarangan warga Desa Lalabata Riaja ternyata menyimpan kandungan gizi yang sangat baik.
Daun kelor, pisang, sayuran hijau, hingga berbagai pangan lokal lainnya disebut dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil apabila dikonsumsi secara tepat.
Informasi itu membuat sejumlah peserta terkejut.
Sebab selama ini tidak sedikit yang mengira pencegahan stunting hanya bisa dilakukan dengan mengonsumsi susu mahal atau makanan tertentu yang harganya tidak terjangkau semua kalangan.
Selain membahas gizi, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta berbagai kebiasaan yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan calon bayi.
Suasana diskusi berlangsung hidup. Beberapa peserta bahkan secara terbuka menceritakan pengalaman mereka selama masa kehamilan dan kendala dalam menjaga pola makan sehari-hari.
Dari sinilah muncul kesadaran baru bahwa pencegahan stunting bukan hanya tugas tenaga kesehatan atau pemerintah.
Pencegahan itu justru dimulai dari rumah, dari dapur, dan dari pilihan makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Melalui program SIGIZI, mahasiswa berharap semakin banyak perempuan di Soppeng memahami bahwa masa depan anak tidak dimulai saat masuk sekolah atau ketika lahir ke dunia.
Tetapi dimulai jauh sebelumnya, saat seorang calon ibu mulai menjaga kesehatan dan gizinya.
Dan bagi banyak peserta di Desa Lalabata Riaja, itulah pelajaran paling mengejutkan yang mereka dapatkan hari itu. (*)
Penulis: Viladelvia Datu Lalong / Soppeng
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
