Soppeng, katasulsel.com β Upaya mencegah hipertensi di kalangan lansia mulai digerakkan dari Desa Barang, Kecamatan Lilirilaja, Kabupaten Soppeng. Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menggelar program SERASI (Senam Rutin Masyarakat Desa Barang) di Lapangan Puskesmas Pacongkang, Sabtu (4/7/2026), dengan melibatkan warga, tenaga kesehatan, dan instruktur senam lokal.
Kegiatan ini menyasar kelompok lansia sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk menekan risiko hipertensi melalui aktivitas fisik, deteksi dini, dan pengelolaan stres.
Sebelum senam dimulai, peserta terlebih dahulu mengikuti pemeriksaan kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang difasilitasi petugas Puskesmas Pacongkang. Pemeriksaan tersebut meliputi pemantauan kondisi kesehatan peserta, terutama tekanan darah, sebagai langkah awal mendeteksi faktor risiko hipertensi sejak dini.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang dipandu instruktur lokal, Ibu Etri. Senam dipilih karena menjadi salah satu bentuk aktivitas fisik yang mudah dilakukan, terjangkau, dan bermanfaat bagi lansia untuk menjaga kebugaran sekaligus membantu mengontrol tekanan darah.
Mahasiswa PBL III FKM Unhas menjelaskan, kegiatan ini lahir dari hasil identifikasi masalah kesehatan masyarakat di Desa Barang yang menunjukkan hipertensi masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Selain pola hidup, faktor stres juga dinilai ikut memengaruhi kondisi tekanan darah masyarakat, khususnya pada kelompok lanjut usia.
Karena itu, SERASI tidak hanya berisi senam bersama, tetapi juga dilengkapi sesi diskusi interaktif mengenai pengelolaan stres. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami hubungan antara stres dan hipertensi, sekaligus berbagi pengalaman tentang cara menghadapi tekanan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 21 peserta mengikuti kegiatan ini, dengan mayoritas merupakan lansia Desa Barang. Antusiasme warga terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, senam bersama, sampai diskusi edukatif bersama petugas kesehatan.
Sejumlah peserta mengaku kegiatan seperti ini memberi manfaat ganda. Selain membantu menjaga kebugaran, senam bersama juga menjadi ruang berkumpul, bersosialisasi, dan mengurangi kejenuhan. Warga pun berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap Sabtu pagi.
Mahasiswa PBL III FKM Unhas menilai respons tersebut menjadi sinyal positif bahwa Desa Barang memiliki modal sosial yang kuat untuk menjalankan program kesehatan berbasis masyarakat. Dukungan Puskesmas Pacongkang, keterlibatan instruktur senam lokal, serta partisipasi aktif warga dinilai menjadi aset penting agar kegiatan ini bisa berlanjut, bahkan setelah masa PBL berakhir.
Melalui SERASI, mahasiswa berharap masyarakat, khususnya lansia, semakin sadar bahwa menjaga tekanan darah tidak cukup hanya dengan berobat saat sakit, tetapi juga perlu dibarengi olahraga rutin, pemantauan kesehatan, dan pengelolaan stres dalam kehidupan sehari-hari.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
