Tipue Sultan — Sulsel Editor
Redaktur Katasulsel.com, mengawal isu publik dan pembangunan daerah
Artikel: 535 Lihat semua

Sidrap, katasulsel.com — Suasana di kompleks pergudangan Pangkajene, Rabu, 18 Maret 2026, tidak biasa.

Karung-karung beras mulai bergerak. Jeriken minyak goreng ikut antre. Bukan untuk dijual. Ini tentang bantuan. Tentang napas warga yang sedikit dilonggarkan.

Di bawah komando Ivan Faisal, Perum BULOG Cabang Sidrap mulai menyalakan mesin distribusi bantuan pangan untuk alokasi Februari–Maret 2026.

Angkanya melonjak.

Dari 16.058 penerima tahun lalu—kini jadi 25.622.
Naik tajam. Hampir dua kali lipat. Menyasar 11 kecamatan di Kabupaten Sidenreng Rappang.

Ini bukan sekadar angka.

Ini cerita dapur.
Cerita ibu-ibu yang menakar beras lebih hemat.
Cerita harga pasar yang kadang tak bersahabat.

Setiap penerima akan mendapatkan jatah yang sama:
10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.

Karena disalurkan untuk dua bulan sekaligus—Februari dan Maret—maka paket yang diterima langsung dobel:
20 kilogram beras dan 4 liter minyak.

Langsung. Sekali jalan.

“Supaya lebih efisien, dan cepat dirasakan manfaatnya,” begitu kira-kira semangat di balik pola distribusi ini.

Launching dilakukan sederhana.
Hanya 10 perwakilan warga yang diundang. Dari Kelurahan Rijang Pitue, Kecamatan Maritenggae.

Tapi maknanya besar.

Ada Dinas Ketahanan Pangan.
Ada Dinas Sosial.
Ada aparat yang ikut mengawal.

Dan yang menarik—Babinsa dari Kodim ikut turun tangan.

Di lapangan, mereka bukan sekadar pengaman. Tapi juga memastikan bantuan ini tepat sasaran. Tidak melenceng. Tidak salah alamat.

Distribusi ini tidak berhenti hari itu saja.

Perjalanan masih panjang.

Targetnya jelas: selesai sebelum akhir April.

Artinya, dalam beberapa pekan ke depan, ribuan rumah di Sidrap akan kedatangan “tamu” yang ditunggu-tunggu—beras dan minyak.

Di tengah isu kenaikan harga dan fluktuasi pasar, bantuan ini seperti rem.

Tidak menyelesaikan semua.
Tapi cukup untuk menahan laju beban.

“Harapan kami sederhana,” kata pihak BULOG.

Agar bantuan ini benar-benar terasa.
Meringankan kebutuhan harian masyarakat.
Dan sedikit meredam gejolak harga di pasar.

Di Sidrap, beras bukan sekadar komoditas.

Ia adalah ketenangan.
Ia adalah kepastian.

Dan hari ini—ia sedang dibagi. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.