Sidrap, katasulsel.com — Pagi di aliran Sungai Walatedong tak lagi biasa. Air yang biasanya mengalir tenang, tiba-tiba jadi pusat kerumunan. Warga berdatangan. Berbisik. Sebagian menutup mulut.

Sesosok tubuh laki-laki mengapung. Tersangkut di tumpukan sampah.

Peristiwa itu terjadi di Kelurahan Sidenreng, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (20/3/2026) sekira pukul 10.20 WITA. Suasana yang awalnya lengang berubah jadi geger.

Penemuan itu bermula dari aktivitas sederhana. Zainal (40), warga setempat, pagi itu hanya ingin mengecek aliran irigasi di wilayah Walatedong. Rutinitas biasa. Tapi langkahnya mendadak terhenti.

Di depan matanya, sesuatu mencurigakan terlihat di antara sampah yang menumpuk di aliran air.

Ia mendekat.

Bukan kayu. Bukan karung. Itu tubuh manusia.

Zainal sontak mundur. Wajahnya tegang. Tanpa pikir panjang, ia bergegas melapor ke Kepala Lingkungan. Informasi itu bergerak cepat—dari mulut ke mulut, dari rumah ke rumah.

Tak lama, warga mulai berdatangan. Mereka berdiri di pinggir aliran sungai. Menatap. Ada yang berani mendekat, ada pula yang memilih menjauh.

Korban kemudian diketahui bernama Allae (60), seorang petani, warga Lingkungan I, Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng.

Aparat pun bergerak cepat. Babinsa Kelurahan Sidenreng bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi. Situasi yang sempat dipenuhi rasa penasaran warga perlahan berubah lebih tertib saat petugas datang.

Koordinasi dilakukan dengan pihak kepolisian dan tenaga medis untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban. Namun, peristiwa ini meninggalkan tanda tanya besar di tengah warga—tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik aliran tenang Walatedong pagi itu. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.