Sidrap, katasulsel.com — Malam di Pelataran Monumen Ganggawa (Panker), Kelurahan Lakessi, Jumat (20/3/2026), tak seperti biasanya. Langit Sidrap bergetar oleh gema takbir. Lampu-lampu kendaraan berkelip. Warga tumpah ruah.
Takbir keliling resmi dimulai.
Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, berdiri di garis depan. Di tangannya, bendera tanda pelepasan dikibarkan. Seketika, iring-iringan bergerak. Suara takbir membuncah, menyatu dengan riuh klakson dan sorak warga.
Di sampingnya, Wakil Bupati Hj Nurkanaa, Ketua DPRD H. Takyuddin Masse, Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, hingga Sekkab Andi Rahmat Saleh ikut menyaksikan momen penuh suka cita itu.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Malam itu bukan sekadar seremoni. Ini pesta rakyat.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan, semarak takbiran ini lahir dari kerja bersama—panitia, peserta, hingga aparat yang menjaga keamanan.
“Terima kasih kepada panitia dan seluruh peserta. Juga kepada Polres, Kodim, Dishub, Satpol PP, dan semua pihak yang telah memastikan kegiatan ini berjalan aman dan lancar,” ucapnya.
Di sepanjang rute, warga berdiri di pinggir jalan. Anak-anak melambaikan tangan. Orang tua tersenyum. Ada yang merekam dengan ponsel, ada pula yang larut dalam lantunan takbir.
Takbir keliling bukan hanya tradisi. Ia menjadi ruang temu—tempat kebersamaan dirayakan, perbedaan diredam, dan kemenangan setelah Ramadan disyukuri bersama.
Malam itu, Sidrap tidak tidur cepat.
Ia larut dalam gema takbir—panjang, hangat, dan penuh harapan.(*)
Update terbaru: 20 Maret 2026 22:29 WIB
