Sidrap, katasulsel.com — Persaingan polling “Camat Paling Merakyat Versi Pembaca” di Sidenreng Rappang (Sidrap) makin ramai memasuki Jumat, 15 Mei 2026.
Hasil sementara per hari ini menunjukkan Kecamatan Tellu Limpoe masih bertahan di posisi teratas.
Camat Tellu Limpoe, H. Ridwan Bachtiar, sukses mengumpulkan 2.421 suara atau sekitar 37 persen dari total voting pembaca.
Tetapi persaingan belum selesai.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Kecamatan Pitu Riase yang dipimpin Andi Mukti Ali terus memberi tekanan dengan raihan 1.978 suara atau 30 persen.
Selisih suara keduanya memang masih cukup jauh. Namun laju dukungan dari pembaca terus bergerak dinamis sejak polling dibuka.
Di posisi ketiga, Kecamatan Maritengngae lewat Firman mengoleksi 527 suara atau sekitar 8 persen.
Sementara kecamatan lainnya masih berupaya mengejar ketertinggalan.
Kecamatan Dua Pitue berada di angka 453 suara, disusul Pitu Riawa 447 suara, Watang Pulu 206 suara, serta Panca Lautang 202 suara.
Adapun Baranti memperoleh 75 suara, Panca Rijang 107 suara, Watang Sidenreng 42 suara, dan Kulo 38 suara.
Polling ini memang bukan survei ilmiah. Tetapi justru karena itulah hasilnya dianggap menggambarkan kedekatan emosional warga dengan para camat di lapangan.
Pembaca memilih berdasarkan penilaian sederhana: siapa yang paling dekat dengan masyarakat, cepat merespons masalah, hingga aktif dalam kegiatan sosial dan ekonomi warga.
Di Sidrap, ukuran “merakyat” memang tidak selalu soal formalitas kantor.
Kadang warga lebih cepat menilai dari siapa yang sering terlihat saat banjir datang, hadir di acara warga, turun ke pasar, atau sekadar cepat menjawab keluhan masyarakat.
Menariknya, polling ini mulai ramai dibahas di grup WhatsApp hingga media sosial warga Sidrap.
Masing-masing pendukung camat mulai bergerak mencari dukungan tambahan.
Ada yang membagikan aktivitas camatnya di lapangan. Ada juga yang mengajak warga satu kecamatan ikut memilih agar daerahnya tidak tertinggal.
Sistem voting sendiri dibuat sederhana: satu perangkat/IP hanya bisa memberikan satu suara.
Dengan antusiasme pembaca yang terus meningkat, perolehan suara diperkirakan masih bisa berubah dalam beberapa hari ke depan. (*)
Update terbaru: 15 Mei 2026 14:56 WIB
