MAKASSAR — Aroma Musda XI Partai Golkar Sulsel makin terasa panas.
Dan Sabtu, 16 Mei 2026 nanti, pusat “gempa politik” itu dipastikan bergeser ke Soppeng.
Bukan acara biasa.
Bukan sekadar temu kader.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Tetapi konsolidasi terakhir sebelum Musda yang disebut-sebut bakal jadi ajang unjuk otot politik paling besar Golkar Sulsel tahun ini.
Yang bikin makin panas: Muhidin M Said pulang kampung.
Dan di politik, “pulang kampung” jelang Musda sering punya makna lebih dalam daripada sekadar silaturahmi.
Ada pembacaan peta kekuatan.
Ada konsolidasi loyalitas.
Ada pesan tersirat untuk lawan-lawan politik di internal partai.
Tuan rumah acara, Andi Kaswadi Razak, bahkan terang-terangan memastikan acara bakal dibuat meriah.
Tidak tanggung-tanggung.
Lebih dari seribu kader diprediksi memadati Gedung La Patau.
Sembilan Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota dari Dapil II Sulsel dipastikan hadir. Seluruh anggota fraksi juga ikut diundang.
Soppeng benar-benar disiapkan jadi “lautan kuning”.
Dan banyak kader mulai menyebut agenda ini sebagai pemanasan besar sebelum perang sesungguhnya di Musda XI Golkar Sulsel.
Di internal Golkar, konsolidasi seperti ini bukan cuma soal pidato.
Tetapi soal pesan kekuatan.
Siapa paling banyak membawa massa.
Siapa paling sering dielu-elukan kader.
Dan siapa yang diam-diam mulai membangun poros dukungan.
Apalagi Soppeng bukan wilayah sembarangan bagi Golkar.
Daerah ini termasuk salah satu basis paling solid pada Pemilu 2024 lalu.
Andi Kaswadi Razak sukses mempertahankan dominasi Golkar dan kembali mengantar kader partai menduduki kursi Ketua DPRD Soppeng.
Belum lagi efek suara besar dari Andi Muhammad Ikram yang mengguncang Dapil Soppeng-Wajo dengan raihan lebih dari 50 ribu suara pribadi.
Di Pilkada 2024 pun, mesin Golkar di Soppeng tetap garang.
Pasangan Suwardi Haseng dan Selle KS Dalle keluar sebagai pemenang.
Karena itu, konsolidasi di Soppeng kali ini dianggap bukan sekadar agenda partai.
Tetapi panggung pembuktian siapa yang benar-benar menguasai arus bawah Golkar Sulsel.
Dan satu hal mulai terasa: menjelang Musda XI, suhu politik beringin Sulsel tidak lagi hangat.
Sudah mulai mendidih. (*)
Update terbaru: 15 Mei 2026 15:17 WIB
