Sidrap, katasulsel.com — Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan, dinamika internal partai berlambang pohon beringin mulai memasuki fase konsolidasi politik yang semakin intens. Di tengah peta kekuatan yang masih cair, DPD II Partai Golkar Sidrap muncul sebagai salah satu simpul strategis yang diperhitungkan dalam kalkulasi elite, Sabtu (9/5/2026).
Dalam perspektif politik internal, Sidrap tidak lagi sekadar struktur kabupaten, tetapi telah bertransformasi menjadi political leverage point yang memiliki daya tawar signifikan dalam proses pembentukan koalisi menuju Musda. Posisi ini membuat DPD II Golkar Sidrap masuk dalam radar para kandidat Ketua DPD I sebagai bagian dari upaya membangun voting block yang solid.
Ketua DPD II Golkar Sidrap, Zulkifli Zain, menjadi figur kunci dalam dinamika komunikasi politik yang tengah berlangsung. Ia mengonfirmasi bahwa sejumlah kandidat Ketua DPD I Golkar Sulsel telah melakukan pendekatan politik atau political approach kepada struktur DPD II Sidrap dalam rangka penjajakan dukungan.
“Semua kandidat sudah melakukan silaturahmi politik. Ini bagian dari proses komunikasi yang wajar menjelang Musda,” ujarnya.
Dalam terminologi politik organisasi, posisi DPD II Sidrap dapat dikategorikan sebagai swing structure, yaitu struktur yang belum mengunci dukungan secara final namun memiliki potensi untuk memengaruhi arah suara pada saat Musda berlangsung. Kondisi ini menempatkan Sidrap dalam posisi strategis sebagai king maker lokal dalam kontestasi internal Golkar Sulsel.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Sejumlah nama yang kini mengemuka dalam bursa Ketua DPD I seperti Munafri Arifuddin, Ilham Arif Sirajuddin, Andi Ina Kartika Sari, hingga Usman Marham, disebut aktif membangun komunikasi politik dengan berbagai DPD II kabupaten/kota, termasuk Sidrap, sebagai bagian dari strategi membentuk winning coalition.
Di tengah dinamika tersebut, DPD II Golkar Sidrap memilih memainkan peran sebagai political balancing actor. Sikap ini menunjukkan bahwa arah dukungan tidak ditentukan secara emosional, melainkan melalui kalkulasi politik berbasis kepentingan konsolidasi dan stabilitas partai ke depan.
Zulkifli Zain menegaskan bahwa figur Ketua DPD I Golkar Sulsel yang ideal adalah sosok dengan kapasitas aggregate leadership, yakni kemampuan mengonsolidasikan seluruh kekuatan dan menjaga kohesi internal partai di tingkat provinsi.
…………………..
