PAREPARE, Katasulsel.com β Ada yang menarik dari duel pekan ke-33 Liga 1 Indonesia di Stadion B.J. Habibie, Parepare, Minggu 17 Mei 2026.
Biasanya laga besar ditentukan siapa yang paling siap.
Kali ini justru siapa yang paling siap dalam kondisi tidak lengkap.
PSM Makassar akan bermain di rumah sendiri.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Sementara Persib Bandung datang tanpa βkomando utamaβ.
Pelatih Bojan Hodak harus duduk di luar garis lapangan.
Dua pemain kunci, Federico Barba dan Luciano Guaycochea, juga tidak bisa turun.
Di atas kertas, ini bukan sekadar absensi.
Ini seperti tim yang kehilangan remote kontrol di tengah pertandingan penting.
Persib tetap datang dengan sejarah pertemuan yang cukup bersahabat dengan PSM dalam beberapa musim terakhir.
Tapi sepak bola di Parepare punya logika sendiri.
Di sana, statistik sering kalah oleh atmosfer.
Yang menarik, kondisi ini justru membuat pertandingan punya cerita yang lebih βtidak biasaβ.
PSM yang bermain di kandang sendiri biasanya punya satu keuntungan besar: tekanan penonton yang berubah jadi energi tambahan.
Sementara Persib, dalam situasi normal saja sudah menghadapi laga berat di Parepare, kini datang dengan struktur yang sedikit terputus.
Bukan hanya soal siapa yang lebih kuat.
Tapi siapa yang lebih cepat beradaptasi.
Di satu sisi, PSM bisa tampil lebih stabil karena bermain dengan komposisi yang relatif utuh.
Di sisi lain, Persib justru bisa menjadi tim yang lebih sulit ditebak.
Tanpa Hodak di pinggir lapangan, instruksi taktik akan lebih banyak berjalan lewat asisten dan komunikasi di lapangan.
Kadang dalam sepak bola, situasi seperti ini justru melahirkan kejutan.
PSM harus waspada terhadap satu hal: tim yang kehilangan βkendali utamaβ sering bermain lebih liar.
Lebih spontan.
Dan itu bisa berbahaya.
Sementara Persib harus berhadapan dengan tantangan klasik tandang di Parepare: tekanan publik, ritme cepat, dan intensitas duel fisik yang biasanya meningkat sejak menit awal.
Menariknya, laga ini bukan hanya soal duel dua tim besar.
Tapi juga duel dua kondisi ekstrem.
PSM dengan stabilitas kandang.
Persib dengan keterbatasan struktur.
Dan seperti biasa di Parepare, pertandingan sering tidak selesai hanya dengan taktik di atas kertas.
Ada faktor emosi.
Ada faktor momentum.
Dan kadang, ada satu momen kecil yang mengubah semuanya. (*)
Update terbaru: 13 Mei 2026 14:42 WIB
