SIDRAP, Katasulsel.com β Di tengah hamparan sawah di Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, aktivitas pertanian pagi itu tampak sedikit berbeda.
Ada seragam loreng yang ikut turun ke lumpur.
La Ode Zainal, Babinsa setempat, tampak mendampingi petani dalam kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) bersama Kelompok Tani Sipakalebi.
Lahan seluas kurang lebih 4 hektar milik seorang petani bernama Bandung (57) menjadi titik fokus pendampingan kali ini.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Di sana, tidak hanya alat bajak dan bibit yang bergerak.
Tetapi juga komunikasi antara aparat dan petani yang berjalan lebih dekat dari biasanya.
Program LTT ini merupakan bagian dari upaya memperluas area tanam sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Bagi Babinsa, kehadiran di sawah bukan sekadar formalitas pendampingan.
Tetapi bagian dari tugas menjaga ketahanan pangan dari tingkat paling dasar.
βKami hadir di tengah-tengah masyarakat tani untuk memberikan semangat, sekaligus memastikan program pemerintah terkait perluasan lahan tanam berjalan dengan baik dan tepat sasaran,β ujar La Ode Zainal.
Di sisi lain, petani juga merasakan dampaknya secara langsung.
Bandung, pemilik lahan, mengaku pendampingan seperti ini memberi dorongan moral bagi petani di lapangan.
Menurutnya, kehadiran Babinsa membuat petani lebih percaya diri dalam mengelola lahan dan mengikuti arahan teknis pertanian.
Tidak hanya soal tenaga, tetapi juga soal semangat.
Program LTT sendiri menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas produksi pangan daerah, terutama di wilayah yang bergantung pada sektor pertanian seperti Sidrap.
Sinergi antara TNI dan petani ini pun menjadi gambaran kecil bagaimana ketahanan pangan dibangun bukan hanya lewat kebijakan, tetapi juga lewat kehadiran langsung di lapangan.
Di sawah yang becek dan sederhana itu, kerja sama terlihat lebih nyata daripada sekadar slogan.
Dan dari situlah, harapan panen yang lebih besar mulai ditanam.
Update terbaru: 13 Mei 2026 14:18 WIB
