6 Minggu Pengabdian Mahasiswa Dianggap Dekatkan Ilmu Kampus ke Warga

Pinrang, katasulsel.com — Suasana haru sekaligus hangat mewarnai pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Cokroaminoto Pinrang Angkatan 4 Tahun 2025/2026 di Kecamatan Duampanua, Selasa 12 Mei 2026.

Selama 43 hari lebih, para mahasiswa tersebar di enam desa dan kelurahan, yakni Desa Paria, Maroneng, Bungi, serta Kelurahan Tatae, Lampa, dan Bettoeng.

Di tempat-tempat itu, mereka tidak hanya hadir sebagai mahasiswa.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Tetapi juga sebagai “tetangga baru” yang ikut terlibat dalam aktivitas masyarakat.

Acara pelepasan digelar di kantor kecamatan setempat, dihadiri Wakil Rektor I Damir Pada, Wakil Rektor II Hj Wildanah, Ketua LPPM Rasmah, para dosen pembimbing lapangan, hingga lurah dan kepala desa lokasi KKN.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cendera mata, plakat, dan sesi foto bersama.

Namun yang paling menarik justru datang dari sambutan Camat Duampanua, Andi Satriadin AS.

Alih-alih sekadar formalitas perpisahan, ia justru mengaku “berat hati” melepas para mahasiswa.

Warek 1,2 dan dosen pembimbing berpose bersama Camat Duampanua seusai acara pelesapan peserta KKN angkatan 4 tahun 2026 di kantor camat.

“Selama 43 hari lebih berada di daerah Duampanua tidak ada laporan tidak baik masuk ke saya. Semua program kerja sangat menyentuh masyarakat terutama penyuluhan hukum. Karena itu sepertinya saya tidak mau lepas hari ini,” ujarnya.

Pernyataan itu membuat suasana pelepasan terasa lebih cair.

Bahkan Camat Satriadin berharap agar tahun depan mahasiswa KKN bisa kembali ditempatkan di wilayah yang sama.

Di mata pemerintah kecamatan, kehadiran mahasiswa bukan sekadar kegiatan akademik.

Tetapi juga bentuk interaksi langsung antara dunia kampus dan kebutuhan masyarakat desa.

Banyak program yang dijalankan mahasiswa dinilai menyentuh langsung persoalan warga, terutama di bidang edukasi dan penyuluhan hukum.

“Sekecil apa pun yang dilakukan mahasiswa sudah sangat membantu masyarakat,” kata Camat.

Di sisi lain, Ketua Panitia KKN ICP, Muhammad Rizal Hasyim, menjelaskan bahwa program KKN kali ini merupakan bagian dari pelaksanaan rutin kampus setelah penggabungan institusi menjadi ICP.

Ia menyebut Duampanua sebagai lokasi yang cukup representatif untuk pengabdian mahasiswa karena memiliki dinamika sosial yang beragam.

Penyerahan plakat Warek I, Damir Pada,S.Pd,M.Pd kepada Camat Duampanua.

Menariknya, tahun sebelumnya program serupa juga sudah dilaksanakan di wilayah berbeda, termasuk Kecamatan Baraka di Kabupaten Enrekang.

Dari kegiatan ini, KKN kembali menunjukkan satu hal sederhana: pengabdian di lapangan sering kali meninggalkan kesan yang lebih lama dibanding waktu pelaksanaannya sendiri.

Dan di Duampanua, kesan itu tampaknya berlaku dua arah — mahasiswa untuk masyarakat, dan masyarakat untuk mahasiswa. (ilo)

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.

Update terbaru: 13 Mei 2026 14:57 WIB