JAKARTA, Katasulsel.com β€” Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, akhirnya angkat bicara setelah namanya terseret dalam insiden panas usai laga bertajuk El Clasico Indonesia.

Melalui unggahan di media sosial pada Selasa, 12 Mei 2026, Ridho memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan dugaan aksi kontak fisik terhadap pemain muda Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha.

Insiden tersebut terjadi usai laga pekan ke-32 Super League Indonesia di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5), yang berakhir dengan kemenangan Persib 2-1 atas Persija.

Namun pertandingan tidak benar-benar selesai di peluit panjang.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Ketegangan di lapangan disebut masih berlanjut hingga area luar pertandingan, memicu adu argumen antar pemain, termasuk dugaan kontak fisik yang melibatkan beberapa nama besar.

Dalam klarifikasinya, Rizky Ridho tidak menampik bahwa laga tersebut berlangsung dalam tensi tinggi.

β€œPekan 32 kemarin merupakan pertandingan kunci yang menentukan, tensi panas kerap terjadi dalam pertandingan-pertandingan seperti itu, termasuk adanya insiden kecil selepas pertandingan,” ujar Ridho.

Ia menegaskan bahwa situasi panas seperti itu sulit dihindari dalam laga rivalitas besar.

Namun ia memilih untuk tidak memperpanjang polemik yang sudah berkembang di publik.

Ridho menyerahkan sepenuhnya penilaian insiden tersebut kepada pihak berwenang kompetisi.

β€œAdanya insiden itu yang menimbulkan tafsir bermacam-macam, biarlah pihak yang berkepentingan yang menilai dan kami para pemain siap menerima konsekuensinya,” lanjutnya.

Meski sempat menuai sorotan dan membuat kolom komentar media sosialnya ditutup, Ridho menegaskan hubungan antar pemain tetap terjaga baik.

Ia menyebut rivalitas hanya berlaku di dalam pertandingan, bukan di luar lapangan.

β€œNamun yang terpenting dari semua ini, rivalitas hanya terjadi di atas lapangan, selesai semua itu kami para pemain telah menjalin komunikasi dengan baik,” tegasnya.

Di sisi lain, anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, mengaku telah melihat video yang beredar.

Namun federasi belum bisa mengambil kesimpulan final karena kualitas rekaman yang dinilai belum cukup jelas.

PSSI saat ini masih menunggu laporan resmi dari pengawas pertandingan sebelum menentukan langkah lebih lanjut.

Insiden ini kembali menegaskan satu hal: El Clasico Indonesia bukan sekadar pertandingan sepak bola.

Tetapi juga panggung emosi, gengsi, dan rivalitas yang sering kali melampaui batas 90 menit pertandingan.(*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita

Update terbaru: 13 Mei 2026 14:17 WIB