Dari Dokter Gigi sampai Dokter Hewan, Semua Turun Gunung

SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang atau Sidrap, bakal kedatangan “pasukan putih” pada Juli mendatang. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung: 848 mahasiswa kesehatan dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar.

Mereka bukan datang untuk demo. Bukan pula untuk wisata sawah dan telur ayam khas Sidrap.

Mereka datang membawa misi kesehatan.

Selama Juli hingga Agustus 2026, ratusan mahasiswa itu akan menjalani Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK). Mereka disebar ke berbagai wilayah di Sidrap untuk mengabdi langsung kepada masyarakat — dari edukasi kesehatan, pendampingan warga, hingga penguatan layanan dasar di desa-desa.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Yang menarik: ini bukan KKN biasa.

Program tersebut menggabungkan enam disiplin ilmu sekaligus. Ada mahasiswa kedokteran umum, kedokteran gigi, kesehatan masyarakat, farmasi, keperawatan, sampai kedokteran hewan.

Artinya, satu desa bisa kedatangan calon dokter manusia sekaligus “dokter sapi”.

Rencana besar itu dimatangkan dalam pertemuan panitia KKN PK Unhas dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap di Ruang Kerja Bupati, Selasa, 12 Mei 2026.

Ketua Program KKN PK Unhas, Irwin, menyebut program ini bukan sekadar rutinitas kampus tahunan.

“Pelaksanaan KKN PK merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Di Sidrap, kata dia, mahasiswa tidak hanya datang membawa teori. Mereka dituntut menyatu dengan problem kesehatan warga secara langsung.

Mulai dari persoalan stunting, pola hidup sehat, sanitasi lingkungan, penggunaan obat, hingga kesehatan ternak masyarakat.

Pemkab Sidrap pun membuka pintu lebar-lebar.

Asisten Administrasi Umum Sidrap, Nasruddin Waris, menilai kehadiran mahasiswa Unhas sangat sejalan dengan agenda pembangunan daerah, khususnya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Pemerintah daerah menyambut baik kehadiran mahasiswa Unhas. Ini adalah bagian dari upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, yang merupakan salah satu program strategis Bupati Sidrap,” katanya.

Pertemuan itu juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Andi Patahangi, Kepala Dinas PMDPPA Andi Surya Praja, Plt Kepala Dinas Kesehatan Ishak Kenre, serta Kabag Kerja Sama Andi Besse.

Bagi Sidrap, kehadiran 848 mahasiswa kesehatan itu bukan cuma soal memenuhi kurikulum kampus.

Tetapi peluang menghadirkan “tenaga tambahan” di tengah masyarakat.

Minimal selama dua bulan, desa-desa di Sidrap akan punya lebih banyak telinga untuk mendengar keluhan warga — dan lebih banyak tangan untuk membantu mereka. (edybasri)

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.

Update terbaru: 13 Mei 2026 13:47 WIB