Makassar, katasulsel.com — Panas matahari siang di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (12/5/2026), tidak menghalangi sekelompok mahasiswa berdiri membawa spanduk dan pengeras suara.
Mereka datang bukan sekadar berteriak.
Mereka datang membawa satu pesan keras:
“Jangan jadikan audit negara sekadar formalitas.”
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Penyelamat Luwu Timur atau HMPLT kembali turun jalan.
Kali ini sasaran mereka bukan kejaksaan.
Bukan pula kepolisian.
Melainkan kantor BPK RI Perwakilan Sulawesi Selatan.
Pilihan lokasi itu bukan tanpa alasan.
Mahasiswa ingin langsung mengetuk pintu lembaga auditor negara di tengah munculnya berbagai sorotan terhadap tata kelola pemerintahan di Luwu Timur.
Tagline aksi mereka terdengar cukup tajam:
“Lutim Juara dalam Genggaman Arogansi Kekuasaan.”
Kalimat yang terasa seperti sindiran terbuka terhadap arah pemerintahan daerah yang dinilai mulai menjauh dari prinsip transparansi.
Mahasiswa Kini Tidak Lagi Sekadar Teriak “Tangkap Koruptor”
Yang menarik dari aksi HMPLT kali ini adalah pola gerak mereka.
Mereka tidak sekadar membawa tuntutan normatif.
Selanjutnya…………..
Update terbaru: 12 Mei 2026 21:32 WIB
