Jember, Katasulsel.com — Sebuah video dari ruang rapat DPRD Jember mendadak ramai di media sosial.

Bukan karena adu argumen.

Bukan pula karena keputusan penting.

Tetapi karena satu pemandangan yang dianggap publik “tidak pantas” terjadi di forum resmi.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Di tengah Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, BPJS, dan kepala puskesmas se-Kabupaten Jember, seorang anggota dewan diduga justru sibuk bermain game di ponselnya.

Video itu langsung menyebar luas.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang anggota DPRD mengenakan peci dan jas hitam duduk santai sambil menatap layar ponsel.

Yang membuat sorotan makin tajam, ia juga tampak merokok di dalam ruang rapat.

Padahal, saat itu forum sedang membahas isu serius: stunting.

Materi yang dipaparkan berkaitan dengan evaluasi data stunting, pelayanan kesehatan masyarakat, hingga penanganan gizi anak di Kabupaten Jember.

Namun perhatian publik justru teralihkan ke layar ponsel sang legislator.

Media sosial pun langsung ramai.

Banyak warganet menilai tindakan tersebut mencerminkan sikap tidak profesional sebagai wakil rakyat, terlebih dilakukan saat pembahasan menyangkut kesehatan anak dan masa depan generasi daerah.

Berdasarkan informasi yang beredar, sosok dalam video disebut sebagai Achmad Syahri As Siddiqi atau yang akrab disapa Ra Syahri.

Ia diketahui merupakan salah satu anggota DPRD termuda di Jember periode 2024–2029.

Ra Syahri saat ini berusia 25 tahun dan dikenal sebagai putra pertama mantan anggota DPR RI, Achmad Fadil Muzakki Syah atau Ra Fadil.

Sejak video itu viral, publik mulai mempertanyakan etika dan disiplin anggota legislatif dalam forum resmi.

Tidak sedikit yang meminta DPRD Jember memberikan penjelasan terbuka agar polemik tersebut tidak semakin menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga dewan.

Sebab bagi publik, rapat soal stunting bukan sekadar agenda administratif.

Itu menyangkut masa depan anak-anak.

Dan ketika perhatian wakil rakyat justru tertuju ke permainan di layar ponsel, yang dipertanyakan bukan hanya etika pribadi.

Tetapi juga keseriusan menjalankan amanah jabatan.

Hingga kabar ini beredar luas, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Jember maupun dari anggota dewan yang bersangkutan terkait video viral tersebut. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita

Update terbaru: 13 Mei 2026 13:49 WIB