Pinrang, katasulsel.com — Di Dusun Paleleng, Desa Kaseralau, Kabupaten Pinrang, suara ambulans bukan sesuatu yang akrab didengar warga.

Bukan karena tidak ada orang sakit.

Tetapi karena mobil ambulans nyaris tidak bisa masuk.

Jalan rusak.

Berlumpur.

Berbatu.

Dan di beberapa titik, lebih mirip jalur kebun daripada akses menuju permukiman warga.

Karena itulah, ketika seorang perempuan bernama Tisa jatuh sakit pada Minggu sore, 10 Mei 2026, warga kembali melakukan cara lama yang sebenarnya terdengar menyedihkan di tahun 2026 ini: menandu pasien memakai sarung.

Bukan satu dua orang.

Tetapi ramai-ramai.

Mereka berjalan kaki sejauh kurang lebih dua kilometer demi membawa Tisa menuju RSUD Massenrempulu, rumah sakit terdekat yang bisa dijangkau warga perbatasan Pinrang-Enrekang itu.