Janji Perbaikan Sudah Pernah Datang

Yang membuat cerita ini makin pahit, kejadian serupa sebenarnya sudah pernah viral sebelumnya.

Pada Maret 2025 lalu, seorang perempuan bernama Karmila juga harus ditandu sejauh sekitar dua kilometer menuju rumah sakit karena jalan rusak.

Saat itu, foto dan video warga memikul pasien memakai sarung sempat memancing perhatian publik.

Pemerintah daerah pun merespons.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Janji perbaikan jalan sempat disampaikan.

Bahkan Sekda Pinrang saat itu mengatakan pemerintah memberi perhatian besar terhadap persoalan tersebut.

Tetapi setahun berlalu, kondisi jalan ternyata belum banyak berubah.

Dan sekarang, warga kembali mengangkat pasien dengan sarung.

Seolah waktu tidak bergerak di sana.

Rumah Sakit Terdekat Justru Ada di Kabupaten Tetangga

Hal lain yang membuat cerita ini terasa ironis adalah lokasi rumah sakit tujuan warga.

Secara administratif mereka tinggal di Pinrang.

Tetapi ketika sakit, warga justru lebih dekat menuju rumah sakit di Kabupaten Enrekang.

Itulah mengapa pasien dibawa ke RSUD Massenrempulu.

Karena akses ke sana dianggap paling memungkinkan.

Ini memperlihatkan satu realitas yang sering terjadi di daerah perbatasan: batas administrasi tidak selalu sama dengan akses pelayanan.

Dan ketika infrastruktur buruk, masyarakat akhirnya memilih jalur yang paling realistis—meski harus lintas kabupaten.

Warga Pegunungan Merasa Dilupakan

Di balik video viral warga menandu pasien, ada rasa kecewa yang sebenarnya jauh lebih dalam.

Warga pegunungan merasa tidak benar-benar diperhatikan.

“Kurang sekali perhatian pemerintah, seolah tidak ada tanggung jawabnya dengan masyarakat pegunungan,” kata Parman.

Kalimat itu terdengar emosional.

Tetapi mungkin memang lahir dari rasa lelah yang sudah lama dipendam.

Karena bagi masyarakat desa terpencil, persoalan jalan rusak bukan sekadar ketidaknyamanan.

Ia bisa menentukan apakah seseorang cepat sampai ke rumah sakit atau tidak.

Bahkan bisa menentukan keselamatan nyawa.

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita

Update terbaru: 12 Mei 2026 17:07 WIB