Sidrap, katasulsel.com — Kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi yang menyeret pria berinisial IL di Sidenreng Rappang (Sidrap) ternyata belum berhenti.
Meski sempat diamankan aparat, proses hukumnya masih terus berjalan.
Kasat Reskrim Polres Sidrap, Welfrick Ambarita, menegaskan IL saat ini masih berstatus wajib lapor sambil menunggu perkembangan penyelidikan lebih lanjut.
“Yang bersangkutan masih wajib lapor,” ujar AKP Welfrick Ambarita.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Ia juga memastikan kasus tersebut belum dihentikan.
Menurutnya, penyidik masih menunggu keterangan ahli untuk melengkapi proses penanganan perkara.
“Kasusnya masih lanjut. Perkembangan terkini, kami masih menunggu keterangan ahli,” tambahnya.
Kasus ini sebelumnya sempat menghebohkan warga Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae.
IL diamankan aparat Polres Sidrap di rumahnya pada Sabtu, 2 Mei 2026 sekitar pukul 16.15 WITA.
Lokasi penangkapan hanya berjarak beberapa meter dari SPBU Tanete yang selama ini disebut warga sebagai titik pengambilan solar subsidi.
Dari lokasi tersebut, polisi turut menyita solar yang diduga telah disiapkan untuk didistribusikan.
Kehadiran aparat saat itu sempat jadi tontonan warga sekitar.
Beberapa personel kepolisian terlihat keluar masuk area rumah terduga sehingga menarik perhatian masyarakat.
Nama IL sendiri disebut bukan orang baru dalam isu distribusi BBM subsidi di wilayah itu.
Warga mengaku praktik seperti ini sudah lama menjadi pembicaraan di sekitar Tanete.
Yang paling dirasakan dampaknya adalah para petani.
Di saat kebutuhan solar untuk pertanian meningkat, warga justru sering mengeluhkan sulit mendapatkan BBM subsidi.
Di sisi lain, muncul dugaan solar tersebut tidak hanya beredar di Sidrap.
Ada indikasi BBM dikumpulkan lalu dikirim ke luar daerah, termasuk ke kawasan industri seperti Morowali.
Karena itu, publik mulai mendesak aparat tidak berhenti pada satu orang saja.
Banyak yang meminta polisi menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi yang lebih besar, termasuk dugaan keterlibatan oknum dalam rantai distribusi BBM subsidi.
Sebab bagi masyarakat kecil, solar subsidi bukan sekadar bahan bakar.
Tetapi urat nadi aktivitas pertanian dan ekonomi harian warga desa. (*)
Update terbaru: 15 Mei 2026 15:36 WIB
