Sidrap, katasulsel.com — Lebaran usai. Tapi “kejutan” baru justru muncul di pasar.
Harga ikan di Kabupaten Sidrap mendadak melonjak. Bukan naik pelan-pelan. Tapi langsung bikin kaget warga yang datang belanja.
Beberapa jenis ikan, utamanya ikan tawar yang biasanya jadi lauk harian, kini dijual lebih mahal dari hari-hari biasa.
Selisihnya tidak tanggung-tanggung—cukup untuk membuat ibu rumah tangga berpikir dua kali sebelum membeli.
“Baru mau beli ikan, harganya sudah naik. Padahal ini kan sudah lewat lebaran,” keluh Ny. Murni, seorang pengunjung di Pasar Amparita, Minggu, (22/3).
Fenomena ini bukan hal baru.
Hampir setiap tahun, pascalebaran harga ikan di Sidrap memang cenderung naik. Tapi tahun ini, kenaikannya terasa lebih cepat dan lebih “menusuk”.
Ada beberapa penyebab yang membuat harga ikan melonjak.
Yang paling terasa: pasokan berkurang.
Banyak nelayan belum sepenuhnya kembali melaut setelah lebaran. Suasana silaturahmi masih terasa. Aktivitas di laut pun belum normal.
Akibatnya, stok ikan yang masuk ke pasar menurun drastis.
Di sisi lain, permintaan belum ikut turun.
Warga masih banyak yang menggelar acara keluarga. Tamu masih berdatangan. Ikan tetap jadi menu utama di meja makan.
Ketika permintaan tinggi, tapi pasokan seret—harga langsung merangkak naik.
Hukum pasar bekerja.
Seorang pedagang ikan mengaku kondisi ini sudah bisa diprediksi setiap tahun.
“Biasanya memang begini. Setelah lebaran, barang kurang masuk. Nelayan belum banyak turun, jadi harga naik,” ujarnya.
Ia juga menyebut, selain faktor nelayan, distribusi ikan juga belum sepenuhnya lancar. Arus balik lebaran membuat pasokan dari luar daerah sedikit tersendat.
Belum lagi faktor cuaca.
Jika gelombang laut masih tinggi, nelayan semakin terbatas untuk melaut. Dampaknya, pasokan makin tipis.
