Makassar, Katasulsel.com — Senin pagi. Udara belum terlalu panas. Tapi suasana sudah hangat.

Bukan karena matahari.

Karena rindu yang lama terpendam.

Ratusan alumni SMA angkatan 1993 se-Kota Makassar tumpah ruah. Kaos hitam, celana jeans biru, sepatu santai. Mereka datang bukan sekadar jalan sehat. Mereka datang untuk kembali ke masa lalu.

Masa putih abu-abu. Masa cerita belum terlalu berat. Masa tawa masih lepas tanpa beban.

Di tengah keramaian itu, hadir sosok yang tak asing. Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari. Ia tidak menjaga jarak. Tidak kaku. Ia berjalan, menyapa, tersenyum. Berbaur.

Seolah bukan pejabat. Tapi bagian dari cerita lama itu sendiri.

Sapaan demi sapaan terdengar. Tawa pecah di sana-sini. Ada yang saling peluk. Ada yang saling menepuk bahu. Ada yang bahkan baru sadar—teman yang dulu duduk sebangku, kini sudah berubah, tapi tetap sama di hati.

Jalan sehat ini bukan sekadar olahraga. Ini tentang menghidupkan kembali hubungan yang sempat renggang oleh waktu.

Langkah kaki pelan. Tapi penuh makna.

Di sela kegiatan, Andi Ina menyampaikan hal sederhana. Tapi dalam. Bahwa hubungan yang dibangun sejak sekolah, tidak pernah benar-benar hilang. Hanya tertunda.

Dan ketika dipertemukan kembali, rasanya tetap sama.

Ia juga mengingatkan, jaringan pertemanan seperti ini bukan hal kecil. Bisa jadi kekuatan besar. Bisa jadi energi positif. Bisa jadi ruang kolaborasi.

Di lapangan, acara terus berjalan. Senam bersama. Gelak tawa. Pembagian hadiah. Kamera ponsel tak berhenti bekerja. Semua ingin mengabadikan momen. Tak ingin kehilangan lagi.

Karena mereka tahu—waktu tidak bisa diulang. Tapi kenangan bisa dihidupkan kembali.

Reuni ini sederhana. Jalan sehat. Tidak mewah.

Tapi hangat.

Dan cukup untuk mengingatkan satu hal:

Bahwa di tengah kesibukan, jabatan, dan jarak…

persahabatan lama selalu punya jalan untuk pulang.(*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.