Gowa, katasulsel.com — Dari rival jadi teman ngopi?
Siapa sangka, dua tokoh politik “kelas berat” di Gowa, Bupati Sitti Husniah Talenrang dan Amir Uskara, tampak santai duduk berhadap-hadapan di Fireflies Kafe, Jalan Hertasning, Makassar, Rabu, (1/4)
Amir Uskara datang dengan baju koko putih yang rapi, Husniah Talenrang hitam elegan. Hampir satu jam, mereka tertawa, bercanda, dan ngobrol ringan — tampak jauh dari bayangan rival politik sengit seperti di Pilkada 2024.
Pengunjung kafe pun tidak bisa menahan rasa penasaran. “Ini kayak nonton drama politik versi live,” ujar salah satu pengunjung sambil mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen.
Meski isi percakapan masih misteri, analis politik lokal menilai momen ini bisa jadi sinyal pergeseran dinamika politik Gowa. Rivalitas sengit tidak selalu berarti permusuhan abadi; kadang cukup “secangkir kopi dan tawa” untuk mencairkan suasana.
Apakah ini sekadar silaturahmi pasca kontestasi, atau ada strategi politik terselubung? Publik kini menunggu langkah berikutnya. Jika ini jadi titik awal kolaborasi baru, bukan tidak mungkin peta politik Gowa bakal bergeser, dan politik adem mulai menular di tengah masyarakat.
Satu hal yang pasti: momen “ngopi bareng” ini membuktikan, rival politik bisa tertawa bersama, dan terkadang, senyum santai lebih berbicara daripada pidato panjang.(*)


