Manado, Katasulsel.com – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7.6 mengguncang wilayah pesisir Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pukul 05:48 WIB, membuat warga panik dan bergegas menuju dataran tinggi.
Gempa yang berpusat di laut antara Maluku Utara dan Sulut dengan kedalaman 62 km ini memicu peringatan dini tsunami dari BMKG.
Warga yang berada di pesisir, terutama di Manado dan sekitarnya, menjadi saksi kepanikan pagi itu. Anak-anak menangis, orang tua berteriak, dan lansia harus dibantu naik ke bukit.
Ibu Rina (34) mengisahkan, “Saya langsung gendong anak, tarik tangan suami, dan lari ke bukit. Tidak sempat pikirkan barang apa pun, yang penting keselamatan keluarga.”
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Pihak kepolisian, melalui AKBP Peter Gosal dari Polda Sulut, mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti jalur evakuasi resmi yang telah ditetapkan BPBD.
Ia menekankan, informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan Polri harus dijadikan acuan, agar warga tidak terjebak hoax yang beredar di media sosial.
Gempa ini menunjukkan pentingnya solidaritas warga. Warga saling menolong, membimbing anak-anak, dan membantu lansia menuju tempat aman. Kepanikan warga yang awalnya memuncak, sedikit mereda berkat koordinasi spontan antar tetangga.
Gempa di Sulut ini bukan hanya soal getaran fisik, tetapi juga ujian psikologi dan kesiapsiagaan warga. Bagaimana mereka merespons ketakutan, menjaga keluarga, dan tetap peduli pada tetangga menjadi kunci keselamatan. Saat ini, warga masih berada di dataran tinggi menunggu pencabutan status peringatan dini tsunami.(*)
Update terbaru: 02 April 2026 10:42 WIB
