Sidrap, Katasulsel.com β€” Di tengah dinamika harga pangan nasional yang kerap bergerak cepat, kondisi pasar di Kabupaten Sidenreng Rappang justru menunjukkan pola yang relatif tenang. Suasana ini tidak hanya terlihat dari angka harga di lapak pedagang, tetapi juga dari ritme aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap berjalan stabil dari hari ke hari.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sidrap, M. Fajri Salman, menilai kestabilan ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari pengawasan yang dilakukan secara berlapis. Ia menyebut pemantauan pasar kini tidak lagi bersifat periodik semata, tetapi sudah mengarah pada pemantauan harian berbasis kondisi lapangan.

β€œYang kami lihat bukan hanya harga akhir, tapi juga pergerakan distribusi dari hulu ke hilir. Selama rantai ini tidak tersendat, harga cenderung terkendali,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/5/2028).

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Di Pasar Sentral Pangkajene, gambaran itu tampak nyata. Pedagang mengaku tidak menghadapi lonjakan permintaan yang tidak biasa, sementara pembeli tetap datang dengan pola belanja yang cenderung sama seperti minggu sebelumnya. Salah satu pedagang sembako menyebut situasi pasar terasa β€œstabil-stabil saja”, tanpa gejolak yang berarti.

Komoditas utama seperti beras premium masih bergerak di kisaran Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram. Minyak goreng, gula pasir, telur, dan daging juga tidak menunjukkan perubahan harga yang mencolok. Kondisi ini membuat pasar cenderung berada dalam fase tenang, tanpa tekanan inflasi lokal yang signifikan.

Meski demikian, Disdagrin mencatat adanya pergerakan kecil pada komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang. Fluktuasi ini disebut lebih dipengaruhi faktor cuaca serta ketersediaan pasokan dari daerah produksi, bukan karena lonjakan permintaan lokal.

Mengawal akurasi dan kedalaman berita

Update terbaru: 18 Mei 2026 12:47 WIB