Sidrap, katasulsel.com β Tidak semua pelajar punya kesempatan berdiri mewakili daerahnya menuju seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi dan nasional.
Karena itu, empat pelajar asal Kabupaten Sidrap yang dilepas Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, Senin pagi (18/5/2026), terlihat menyimpan rasa bangga sekaligus tegang.
Pelepasan dilakukan saat apel gabungan ASN dan PPPK di Lapangan Kompleks SKPD Sidrap.
Empat pelajar tersebut yakni Muhammad Alif Darmawan dari SMKN 5 Sidrap, Layca dari SMAN 5 Sidrap, Ratu Mulyana dari SMAN 1 Sidrap, dan Hasnah dari SMKN 1 Sidrap.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Mereka datang dari daerah berbeda di Sidrap. Ada yang berasal dari BTN Wesabbe, Amparita, hingga Baranti.
Namun mulai hari ini, mereka punya satu tanggung jawab yang sama: membawa nama Sidrap di seleksi tingkat lebih tinggi.
Dalam dunia Paskibraka, ada istilah attitude before skill.
Artinya, sikap dan disiplin sering kali lebih utama dibanding kemampuan teknis baris-berbaris.
Karena itu, peserta Paskibraka biasanya tidak hanya diuji fisiknya, tetapi juga mental, etika, cara berbicara, hingga kemampuan bekerja dalam tekanan.
Hal itu pula yang ditekankan Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah.
βTunjukkan kemampuan terbaik dan tetap disiplin mengikuti semua aturan,β pesannya kepada para pelajar.
Ia berharap delegasi Sidrap mampu menembus tahapan seleksi hingga membawa nama daerah ke tingkat nasional.
βTerus berjuang dan jaga nama baik Sidrap di mana pun berada,β ujarnya.
Bagi banyak sekolah, lolos seleksi Paskibraka dianggap sebagai prestasi prestisius.
Sebab proses seleksinya dikenal ketat dan membutuhkan konsistensi tinggi.
Tidak sedikit peserta yang gugur bukan karena fisik lemah, tetapi karena gagal menjaga fokus dan disiplin selama proses berlangsung.
Karena itu, para calon Paskibraka biasanya mulai membangun mental kompetitif sejak jauh hari.
Selain pelepasan calon Paskibraka, apel pagi tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan paket βBerkahβ dari Baznas Sidrap kepada sejumlah jajaran Pemkab Sidrap.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati bersama Ketua Baznas Sidrap, Mustari Sede.
βJangan dilihat dari besar kecil nilainya, tapi perhatian dari Baznas kepada kita,β kata Nurkanaah.
Ia juga mengajak ASN yang sudah memenuhi syarat untuk rutin menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Sidrap.
Di kesempatan yang sama, Nurkanaah turut mengapresiasi aparat pemerintah yang bergerak cepat menangani banjir di Kecamatan Tellu Limpoe beberapa hari lalu.
Menurutnya, ASN dan PPPK harus menjadi contoh bagi masyarakat, termasuk soal menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Di akhir apel, empat pelajar tadi kembali berdiri rapi di tengah lapangan.
Mungkin bagi sebagian orang itu hanya seremoni pelepasan biasa.
Tapi bagi mereka, pagi itu bisa jadi awal perjalanan menuju salah satu mimpi terbesar dalam hidup mereka. (*)
Update terbaru: 18 Mei 2026 12:29 WIB
