Sidrap, katasulsel.com — Kalau di luar penjara daging kurban biasanya dibagikan dalam kantong plastik lalu dibawa pulang ke rumah masing-masing, suasana berbeda justru terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidrap.

Di dalam rutan, daging kurban dimasak dulu di dapur, lalu dimakan bersama-sama oleh para warga binaan.

Suasana sederhana itu menjadi salah satu cara Rutan Sidrap menghadirkan rasa kebersamaan saat Hari Raya Iduladha.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap, Syamsuddin, melalui Kasubsi Pengelolaan, Yabu, mengatakan persiapan Iduladha di dalam rutan sudah mulai dilakukan.

“Kalau untuk pengamanan, kami tambah personel penjagaan dari staf dan dibackup anggota Polres serta TNI,” kata Yabu saat diwawancarai katasulsel.com, Minggu (17/5/2026).

Selain pengamanan, pihak rutan juga menyiapkan pelaksanaan salat Id untuk warga binaan.

Jika cuaca mendukung, salat Id akan dilaksanakan di lapangan upacara dalam area rutan.

“Kalau tidak hujan, salat Id kita laksanakan di lapangan rutan,” ujarnya.

Imam salat biasanya didatangkan dari luar melalui kerja sama dengan Kementerian Agama dan Al Wahdah Sidrap.

Bagi warga binaan, momen Iduladha bukan cuma soal makan daging kurban.

Pihak rutan juga menyiapkan kegiatan pengajian, pembinaan rohani, hingga lomba bacaan Al-Qur’an.

Dalam dunia pemasyarakatan, kegiatan seperti ini dikenal sebagai pembinaan spiritual, yakni proses memperkuat mental dan kesadaran diri warga binaan lewat pendekatan agama.

“Biasanya ada pengajian dan pembinaan kerohanian dari Depag Sidrap,” jelas Yabu.

Untuk remisi khusus Iduladha, pihak rutan memastikan tidak ada pengurangan masa tahanan.

“Kalau remisi khusus Iduladha memang tidak ada. Remisi khusus itu hanya saat Idulfitri,” katanya.

Soal hewan kurban, biasanya Rutan Sidrap menerima satu ekor sapi setiap tahun. Namun hingga sekarang pihak rutan masih menunggu kepastian apakah tahun ini ada bantuan hewan kurban atau tidak.

Yang paling menarik justru mekanisme pembagian dagingnya.

Berbeda dengan masyarakat umum, daging kurban di dalam rutan tidak dibagikan mentah.

“Kalau di sini, setelah dipotong, daging langsung dimasak di dapur. Setelah itu baru dibagikan ke warga binaan dan dimakan bersama-sama,” ungkap Yabu.

Suasana makan bersama itu sering menjadi momen yang paling ditunggu warga binaan saat Iduladha.

Sebab di balik tembok tinggi dan pintu besi, kebersamaan sederhana seperti itu menjadi sesuatu yang sangat berarti.

“Momentum Iduladha ini supaya warga binaan bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan belajar tentang keikhlasan serta pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS,” tutupnya.(*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini