Sidrap, katasulsel.com — Pemandangan berbeda terlihat di Lingkungan Sudatu, Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap, Minggu, (17/5/2026).
Usai diterjang banjir beberapa waktu lalu, warga bersama pemerintah kecamatan turun langsung melakukan kerja bakti membersihkan aliran sungai yang dipenuhi sampah dan lumpur.
Kerja bakti itu dipimpin langsung Camat Tellu Limpoe, Ridwan Bachtiar.
Sejak pagi, warga sudah berkumpul di bantaran sungai. Ada yang memegang cangkul, sekop, karung, hingga membantu alat berat yang mengangkat endapan lumpur di sepanjang aliran sungai sekitar 150 meter.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Yang menarik, kerja bakti ini bukan cuma diikuti bapak-bapak.
Ibu-ibu hingga anak-anak juga ikut ambil bagian.
Kalau para pria sibuk membersihkan sungai, para ibu terlihat kompak menyiapkan konsumsi sederhana untuk warga yang bekerja sejak pagi.
Makanan dan minuman itu berasal dari Lesehan ABDAL, warung makan milik pribadi sang camat.
Di bawah pohon dan pinggir jalan, warga duduk lesehan sambil menikmati kopi dan makanan seadanya. Suasananya lebih mirip kumpul keluarga besar dibanding kegiatan formal pemerintah.
“Yang penting kebersamaannya. Setelah banjir kemarin, warga memang kompak mau bersihkan lingkungan,” ujar salah seorang warga.
Camat Ridwan Bachtiar menyampaikan, tumpukan sampah yang ada disepanjang saluran tersebut, turut memicu luapan air sehingga menyebabkan banjir beberapa waktu lalu.
“Sesuai instruksi bapak bupati hari ini kami bersama warga setempat bersatu padu turun melakukan pembersihan, semoga ke depannya air tidak meluber lagi ke pemukiman warga,” harap Ridwan.
Tokoh pemuda Tellu Limpoe, Yahya Syam, yang hadir di lokasi juga mengaku salut melihat semangat gotong royong masyarakat Amparita.
“Sekarang jarang ada suasana begini. Semua turun tangan, tidak tunggu disuruh,” katanya.
Menurut Yahya, kekompakan warga menjadi kekuatan terbesar dalam mempercepat pemulihan pascabanjir.
“Bukan cuma sungainya yang dibersihkan, tapi rasa kebersamaan warga juga makin kuat,” tambahnya.
Di lokasi, alat berat tampak terus bekerja mengangkat lumpur yang mengendap agar aliran air kembali lancar dan tidak mudah meluap saat hujan deras turun lagi.
Sebelumnya, banjir di Amparita sempat mendapat perhatian langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif. Bahkan usai melakukan kunjungan kerja dari Jakarta, ia langsung datang meninjau lokasi banjir.
Kini, perlahan kondisi mulai dibenahi.
Di tengah lumpur dan sisa banjir, warga Amparita justru memperlihatkan satu hal yang makin jarang ditemukan: budaya gotong royong yang masih hidup dan terasa nyata. (*)
Update terbaru: 17 Mei 2026 17:04 WIB
