Barcelona β€” Balapan Moto3 Catalunya 2026 diprediksi menghadirkan duel menarik antara dua talenta muda Asia Tenggara, Veda Ega Pratama dari Indonesia dan Hakim Danish asal Malaysia.

Meski secara posisi start Hakim Danish lebih unggul karena akan memulai balapan dari grid ke-10, sejumlah pengamat justru menilai tekanan terbesar berada di pundak pembalap Malaysia tersebut.

Situasi itu tidak lepas dari performa impresif Danish pada hari pertama rangkaian Moto3 Catalunya. Rider muda Malaysia itu sempat tampil mengejutkan setelah mencatatkan waktu tercepat di sesi latihan awal.

Penampilan tersebut otomatis menaikkan ekspektasi publik dan tim terhadap peluang Danish di balapan utama.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Namun kenyataannya, saat sesi resmi berlangsung, Danish gagal mempertahankan dominasinya dan hanya mampu mengamankan posisi start ke-10.

Dalam balapan Moto3 yang terkenal brutal dan ketat, posisi itu dinilai belum aman untuk berburu podium.

β€œDanish sekarang ada dalam tekanan besar karena sebelumnya dia sempat menunjukkan pace tercepat. Publik tentu berharap lebih dari sekadar finis biasa,” ujar salah satu pengamat Moto3 Asia.

Berbeda dengan Danish, Veda Ega Pratama justru datang ke race dengan situasi yang lebih β€œringan”. Pembalap Honda Team Asia itu memang harus start dari posisi ke-20, tetapi kondisi tersebut dianggap membuatnya minim tekanan.

Veda dinilai memiliki peluang tampil lebih lepas karena tidak dibebani target tinggi seperti rival regionalnya.

Dalam balapan kelas Moto3, pembalap yang start dari belakang sering kali bisa tampil mengejutkan apabila mampu menjaga slipstream dan bertahan dalam grup utama.

Karakter Moto3 yang sangat mengandalkan rombongan membuat gap antarpembalap relatif tipis.

β€œVeda justru bisa lebih berbahaya karena dia tidak punya beban psikologis besar. Kadang rider seperti ini bisa tampil agresif dan membuat kejutan,” lanjut pengamat tersebut.

Selain itu, gaya balap Veda yang dikenal berani saat late braking dinilai cocok untuk menghadapi race penuh duel seperti di Catalunya.

Tantangan terbesar Veda adalah menjaga momentum sejak lap awal agar tidak tercecer dari kelompok tengah. Jika mampu bertahan dalam slipstream utama, peluang naik posisi masih sangat terbuka.

Apalagi Sirkuit Catalunya dikenal sering menghadirkan perubahan posisi secara ekstrem akibat efek towing dan pertarungan grup.

Di sisi lain, tekanan mental kepada Danish diperkirakan semakin besar karena ia membawa harapan tinggi publik Malaysia setelah performa apik pada sesi latihan.

Bila gagal finis di barisan depan, performanya berpotensi dianggap menurun dibanding pace awal pekan balapan.

Selanjutnya…………..

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.

Update terbaru: 17 Mei 2026 16:13 WIB