Katasulsel.com — Hasil kualifikasi Moto3 Catalunya 2026 menghadirkan cerita campuran bagi pembalap Indonesia Veda Ega Pratama. Meski sempat tampil menjanjikan di awal sesi Q1, Veda harus puas gagal melaju ke Q2 dan dipastikan start dari posisi ke-21 pada balapan utama di Sirkuit Barcelona-Catalunya.

Dalam sesi Q1 yang berlangsung ketat, Veda sempat mencuri perhatian dengan catatan waktu tercepat di awal sesi. Ia bahkan sempat memimpin klasemen sementara sebelum akhirnya tersalip oleh para rival yang melakukan time attack di fase tengah hingga akhir sesi.

Persaingan semakin sengit ketika memasuki late session push, momen krusial di mana pembalap melakukan flying lap terakhir untuk mengamankan tiket Q2. Pada fase ini, posisi Veda terus melorot hingga akhirnya finis di urutan ketujuh Q1. Hasil tersebut membuatnya gagal masuk empat besar dan harus memulai race dari barisan belakang.

Meski demikian, hasil ini tidak membuat dukungan terhadap Veda meredup. Justru sebaliknya, para penggemar tetap menunjukkan optimisme tinggi bahwa pembalap muda Indonesia itu masih berpotensi memberikan kejutan di balapan utama.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Dalam dunia Moto3, Veda dikenal sebagai pembalap dengan karakter comeback rider. Ia beberapa kali menunjukkan kemampuan recovery position, yakni start dari barisan tengah atau belakang namun mampu menyalip lawan satu per satu hingga masuk grup kompetitif.

Pola tersebut membuat fans yakin bahwa skenario serupa masih sangat mungkin terjadi di Catalunya. Apalagi, balapan Moto3 dikenal sangat ketat dengan slipstream battle yang memungkinkan perubahan posisi terjadi cepat hanya dalam satu lintasan lurus.

Sementara itu, pembalap Malaysia Hakim Danish tampil lebih stabil sepanjang kualifikasi. Ia berhasil melewati Q1, melaju ke Q2, dan mengamankan posisi start ke-10 atau barisan keempat. Hasil ini memberinya keuntungan strategis untuk langsung berada di grup depan sejak awal balapan.

Dari sisi analisis balap, posisi start Hakim memberikan track position advantage, sementara Veda harus menghadapi tantangan besar berupa midfield battle yang padat dan berisiko tinggi sejak lap pertama.

Namun, Moto3 selalu dikenal sebagai kelas yang penuh kejutan. Start bukan jaminan akhir hasil, dan balapan sering kali ditentukan oleh strategi, konsistensi race pace, serta kemampuan membaca momen overtake.

Kini, sorotan tertuju pada apakah Veda mampu mengubah posisi start sulit menjadi peluang comeback ride di Catalunya, sementara Hakim akan berusaha mempertahankan posisinya di grup 10 besar dan membidik hasil maksimal di balapan utama.

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.

Update terbaru: 16 Mei 2026 20:57 WIB