SOPPENG — Konsolidasi Partai Golkar Sulawesi Selatan di Gedung Serbaguna La Patau, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Sabtu (16/5/2026), berjalan penuh dengan nuansa politik yang kental. Para elite partai dari tingkat provinsi hingga kabupaten berkumpul, memperlihatkan mesin partai masih bergerak di jalur konsolidasi organisasi.
Namun di tengah ramainya forum, sorotan justru mengarah ke satu nama yang tidak tampak di lokasi, yakni Suwardi Haseng. Informasi yang beredar menyebutkan ia sedang berada di luar daerah karena agenda pemerintahan, bahkan ada kabar dirinya berada di Jakarta.
Di dunia politik, kondisi seperti ini biasanya langsung memunculkan political reading. Absennya kepala daerah yang juga kader penting partai kerap dibaca sebagai sinyal—meski belum tentu ada pesan tersembunyi di baliknya. Bisa saja murni tugas pemerintahan, bisa juga sekadar manajemen jadwal di tengah padatnya agenda politik.
Sementara itu, panggung konsolidasi tetap berjalan dengan dihadiri Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, yang menjadi salah satu key figure dalam menggerakkan roda organisasi di Sulsel. Ia tampak duduk bersama Ketua DPD II Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak, serta mantan anggota DPR RI, Supriansa.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan adanya show of force sekaligus penegasan bahwa struktur Golkar di Sulsel masih solid secara vertikal maupun horizontal.
Sejumlah nama lain juga ikut memperkuat barisan, mulai dari unsur steering committee dan organizing committee seperti Armin Mustamin Toputiri, Rahman Pina, Kadir Halid, hingga Lukman B Kadi.
Dari jajaran kepala daerah dan legislatif, hadir juga Andi Ina Kartika Sari, Baso Rahmanuddin, serta Kaharuddin Kadir. Sementara dari DPD II kabupaten, terlihat Usman Marham, Nirwan Arifuddin, dan Andi Ilham Zainuddin.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yang sudah menjadi pola umum dalam agenda politik di Sulsel—menggabungkan nuansa religius dengan political symbolism sebagai bentuk legitimasi moral di hadapan kader.
Dalam sambutannya, Muhidin M Said menekankan pentingnya soliditas partai. Dalam bahasa politik, ini sering disebut party cohesion atau kekompakan internal sebagai kunci menghadapi pertarungan elektoral.
“Kita harus solid, bagaimana mewujudkan Partai Golkar menjadi pemenang di Sulsel pada Pemilu mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Andi Kaswadi Razak menyebut forum ini sebagai ruang political consolidation sekaligus ajang memperkuat silaturahmi kader.
Ia menegaskan bahwa pertemuan seperti ini penting untuk menjaga komunikasi politik tetap cair, agar tidak muncul friksi internal yang bisa mengganggu stabilitas partai.
Selanjutnya………….
Update terbaru: 16 Mei 2026 20:45 WIB
