Tuban — Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan pesan yang cukup blak-blakan soal kinerja aparat negara.

Dalam pidatonya di acara panen raya jagung serentak sekaligus peletakan batu pertama gudang ketahanan pangan Polri di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5), Prabowo menilai kinerja Polri dan TNI selama ini berjalan sangat baik.

Bahkan, ia secara terbuka menyebut bahwa keberhasilan kerja aparat di lapangan tidak lepas dari peran pemimpinnya.

“Kalau organisasi jalan bagus, berarti pimpinannya bagus. Kalau anak buahnya kerja bagus, ya karena pemimpinnya juga bagus,” kira-kira begitu pesan yang disampaikan Prabowo dengan gaya yang sederhana dan mudah dipahami.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyatakan akan memberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Agus Subiyanto. Menurutnya, kedua pimpinan tersebut dinilai berhasil membawa institusi masing-masing bekerja dengan baik dan mendukung berbagai program pemerintah.

Prabowo menyoroti sejumlah capaian, mulai dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), keterlibatan dalam panen raya jagung, hingga berbagai inovasi Polri yang disebut memberi dampak nyata ke masyarakat.

Ia bahkan menyamakan situasi ini dengan dunia sepak bola.

“Kalau tim main bagus, berarti pelatih dan kaptennya bekerja baik. Kalau tidak, ya harus evaluasi,” begitu kurang lebih analogi yang ia gunakan.

Pernyataan yang disampaikan dengan gaya “merakyat” ini langsung menarik perhatian, karena dinilai bukan sekadar pujian, tetapi juga mengandung pesan yang lebih dalam.

Di tengah penegasan soal kinerja yang dianggap berhasil, muncul pula pembacaan politik: apakah ini menjadi sinyal bahwa masa jabatan Kapolri dan Panglima TNI berpotensi diperpanjang?

Sebab, dalam politik pemerintahan, pujian terbuka dari Presiden terhadap kinerja pucuk pimpinan institusi strategis sering kali dibaca sebagai bentuk kepercayaan lanjutan.

Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang secara spesifik mengaitkan pidato tersebut dengan keputusan perpanjangan jabatan.

Namun yang jelas, Prabowo menegaskan satu hal penting: dalam kepemimpinan, hasil kerja adalah ukuran utama. Kalau kinerja bagus, apresiasi layak diberikan. Kalau tidak, evaluasi adalah hal yang wajar.

Dan pesan itu, bagi sebagian kalangan, terdengar sederhana tapi sarat makna politik di baliknya. (*)

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.

Update terbaru: 17 Mei 2026 05:36 WIB