Fajri menambahkan, salah satu faktor penting yang menjaga stabilitas adalah kelancaran distribusi logistik pangan. Menurutnya, koordinasi dengan pelaku usaha dan distributor menjadi kunci agar tidak terjadi penumpukan atau kekosongan barang di pasar.

“Kalau distribusi lancar, pasar ikut tenang. Tapi kalau ada hambatan sedikit saja di jalur pasok, dampaknya bisa cepat terasa,” katanya.

Selain faktor distribusi, Disdagrin juga menyoroti perilaku konsumsi masyarakat Sidrap yang relatif konsisten. Tidak terlihat adanya perubahan pola belanja yang ekstrem, sehingga tekanan pada permintaan pasar tetap terkendali.

Dari sisi kebijakan, pemerintah daerah terus memperkuat pemantauan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gejolak menjelang akhir Mei. Fokus utama diarahkan pada komoditas yang sensitif terhadap perubahan musim dan biaya transportasi.

Kondisi saat ini, menurut pemerintah daerah, masih berada dalam kategori aman. Namun pengawasan tetap diperketat untuk memastikan stabilitas ini dapat bertahan, terutama jika terjadi perubahan cuaca atau gangguan pasokan dari luar daerah. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini