📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Sidrap, katasulsel.com – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, jurus klasik tapi selalu relevan kembali dimainkan. Sidak. Bukan sekadar formalitas foto-foto, tapi benar-benar “turun gunung”. Rabu pagi (18/2/2026), Pasar Sentral Pangkajene mendadak riuh. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif datang tanpa banyak protokoler.

Didampingi Kapolres Sidrap Fantry Taherong, Kadis Perindag Muh Fajrin Salman, serta Kepala UPT Pasar Sentral Pangkajene Asri, orang nomor satu di Bumi Nene Mallomo itu menyisir lorong demi lorong pasar. Sasarannya jelas: harga bahan pokok dan potensi gejolak jelang puasa.

Di tradisi ekonomi kita, Ramadan selalu identik dengan dua hal: pahala dan harga naik. Nah, di sinilah negara harus hadir.

Syaharuddin tak hanya berdiri, mencatat, lalu pergi. Ia berhenti di lapak beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, telur, hingga daging ayam. Bertanya langsung ke pedagang: stok aman? Distribusi lancar? Ada yang mainkan harga?

“Jangan sampai Ramadan jadi panggung spekulan. Kita ingin masyarakat masuk bulan suci dengan tenang. Harga harus stabil, stok harus aman,” tegas Syaharuddin.

Menurutnya, sidak ini bagian dari langkah preventif pengendalian inflasi daerah. Ia menegaskan pemerintah tidak ingin kecolongan. “Kalau ada yang coba-coba timbun barang atau mainkan distribusi, kita tidak akan diam. Pemerintah bersama kepolisian siap bertindak,” katanya.

Yang membuat sidak kali ini tak biasa: Bupati memborong sejumlah dagangan pedagang. Beras, minyak goreng, gula, telur. Lalu? Dibagikan langsung ke ibu-ibu rumah tangga yang sedang belanja. Spontan suasana pasar berubah cair. Emak-emak tersenyum, pedagang pun sumringah.

Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong, memastikan pihaknya siap mengawal stabilitas harga dan distribusi. “Kami akan awasi jalur distribusi. Jika ada indikasi penimbunan atau permainan harga, itu bisa masuk ranah hukum. Jangan sampai ada yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk keuntungan sesaat,” ujarnya.

Fantry menambahkan, pengawasan dilakukan bersama tim Satgas Pangan. Pendekatannya bukan sekadar represif, tapi juga preventif dan persuasif.

Sementara itu, Kadis Perindag Muh Fajrin Salman menyebutkan, secara umum harga bahan pokok di Pasar Sentral Pangkajene masih dalam kategori stabil. Beberapa komoditas memang menunjukkan tren kenaikan tipis, terutama cabai dan telur, namun masih dalam batas wajar.

“Kami rutin melakukan monitoring harian. Data harga kita update. Jika ada lonjakan signifikan, intervensi pasar akan segera dilakukan, termasuk operasi pasar dan koordinasi dengan distributor,” jelas Fajrin.

Ia menegaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan distributor dan agen besar untuk memastikan pasokan menjelang Ramadan tetap aman. “Stok beras dan minyak goreng dalam kondisi cukup,” tambahnya.

Kepala UPT Pasar Sentral Pangkajene, Asri, mengaku pedagang merasa diperhatikan dengan kehadiran langsung Bupati dan jajaran. “Pedagang senang karena pemerintah turun langsung melihat kondisi di lapangan. Ini memberi rasa aman, apalagi menjelang Ramadan,” katanya.

Asri juga memastikan kebersihan, penataan lapak, serta sistem retribusi pasar terus dibenahi agar aktivitas jual beli tetap nyaman.

Sidak ini bukan sekadar inspeksi rutin. Ia adalah pesan. Bahwa stabilitas harga bukan urusan statistik di atas meja, melainkan denyut nadi dapur rakyat. Dan di Sidrap, menjelang Ramadan, dapur itu sedang dijaga agar tetap mengepul—tanpa drama lonjakan harga.(*)