Soppeng, katasulsel.com — Sebuah istilah sederhana, tapi bikin ramai di linimasa. Pemerintah Kabupaten Soppeng akhirnya angkat bicara. Kata Nasyitah Usman, Kabid Humas Diskominfo, ucapan yang tepat saat 23 Maret adalah “Hari Jadi Soppeng”, bukan “Hari Jadi Kabupaten Soppeng” seperti yang banyak beredar.

Kenapa harus diluruskan? Karena Soppeng lahir sebagai entitas sejarah dan budaya, jauh sebelum terbentuknya kabupaten modern. “Peringatan ini merujuk pada sejarah panjang, bukan administrasi,” kata Nasyitah.

Kesalahan sebutan, menurutnya, bisa bikin generasi muda salah paham, bahkan bisa mengaburkan makna historis peringatan itu sendiri. Netizen pun ramai-ramai membahasnya di media sosial, sebagian heran, sebagian lucu-lucuan.

Advertisement

Pemkab Soppeng mengajak semua pihak: instansi, media, tokoh masyarakat, hingga netizen, untuk seragam memakai istilah yang tepat. “Ini bukan sekadar soal redaksi, tapi soal menjaga jati diri, identitas, dan kebanggaan lokal,” tegasnya.

Tahun ini, ucapan resmi yang benar:
“Selamat Hari Jadi Soppeng ke-765, 23 Maret 1261 – 23 Maret 2026.”

Jadi, ingat baik-baik: dari Soppeng untuk Soppeng, sejarah, budaya, dan identitas harus tetap dijaga. Jangan sampai salah sebut, karena kata bisa bikin sejarah terbalik. (*)

Advertisement

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.