Soppeng, katasulsel.com — Pilkada 2024 sudah berlalu.
Hasilnya jelas. Andi Mapparemma kalah dari Suwardi Haseng.
Tapi pagi itu, Minggu (23/3/2026), suasana berbeda. Hangat, akrab, penuh tawa, dan tepuk tangan.
Ratusan alumni SMP Muhammadiyah Soppeng hadir di Gedung Serbaguna Lapatau, Watansoppeng, untuk pelantikan Ketua Umum IKA periode 2026–2030.
Dan di sana, Andi Mapparemma berdiri tegak, tersenyum, sambil menegaskan satu hal: dukung pemerintahan Suwardi Haseng.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
“Walaupun Pilkada lalu kita rival, sekarang saatnya bersinergi. Untuk sekolah, untuk daerah, untuk Soppeng,” ujarnya, disambut tepuk tangan alumni.
Kedua tokoh itu, yang sempat berseberangan dalam kontestasi politik, terlihat berdampingan. Tidak ada sekat, tidak ada permusuhan. Hanya keakraban, persaudaraan, dan rasa saling menghargai.
Suwardi Haseng menanggapi dengan senyuman, menekankan: rivalitas politik tidak boleh memutus tali silaturahmi.
“Politik lima tahunan, silaturahmi seumur hidup,” ucapnya.
Pelantikan itu sendiri diwarnai kegembiraan: senam pagi, gerak jalan sehat, donor darah, cek kesehatan gratis, hingga pembagian doorprize.
Andi Mapparemma menutup sambutannya dengan pesan yang menyentuh:
“Sekali Muhammadiyah, tetap Muhammadiyah! Alumni jangan hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga almamater, sekolah, dan daerah kita.”
Hari itu, Watansoppeng menjadi saksi bahwa politik bisa matang, rivalitas bisa tersalurkan dalam persaudaraan, dan dukungan bisa lahir dari hati yang tulus.(*)
Update terbaru: 24 Maret 2026 15:49 WIB
