Tipue Sultan — Sulsel Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita

Sidrap, katasulsel.com — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menjadi sorotan dalam isu pembangunan kesehatan daerah. Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., Ph.D (Hon), dijadwalkan tampil sebagai keynote speaker pada Seminar Kesehatan bertema “Kabupaten/Kota Sehat: Kawasan Bersih, Investasi Aman” yang akan digelar di Auditorium ITKES Muhammadiyah Sidrap, Jumat, 17 April 2026, pukul 13.30 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang strategis yang mempertemukan gagasan antara pemerintah, akademisi, dan praktisi kesehatan dalam membaca ulang arah pembangunan daerah berbasis kesehatan masyarakat.

Seminar ini menghadirkan sejumlah tokoh penting di bidang kesehatan, termasuk Prof. Sukri Palutturi sebagai narasumber utama, serta Dr. Wahiduddin selaku Ketua PERSAKMI Sulawesi Selatan dan Dr. Ishak Kenre sebagai Plt. Kepala Dinas Kesehatan.

Di tengah dinamika pembangunan daerah, isu “kabupaten/kota sehat” kini tidak lagi dipahami sebatas slogan. Ia telah bergeser menjadi indikator kepercayaan publik dan daya tarik investasi. Daerah yang bersih, tertata, dan sehat dinilai lebih siap bersaing dalam menarik modal, membuka lapangan kerja, hingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kehadiran Bupati Sidrap sebagai keynote speaker dipandang sebagai penegasan arah kebijakan daerah yang menempatkan kesehatan sebagai fondasi pembangunan.

Dalam konteks politik pembangunan, Syaharuddin tidak hanya hadir sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai figur yang membawa pesan bahwa investasi tidak akan tumbuh di tengah lingkungan yang tidak sehat. Narasi ini semakin kuat di tengah tuntutan publik yang semakin kritis terhadap kualitas layanan dasar pemerintah.

Istilah yang kini menguat di kalangan akademisi dan praktisi adalah “kesehatan sebagai infrastruktur tak kasat mata”. Artinya, tanpa sistem kesehatan yang kuat, pembangunan fisik sekalipun tidak akan memberikan dampak maksimal.

Tema “Kawasan Bersih, Investasi Aman” mengandung pesan populis yang sederhana namun kuat: kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat memiliki korelasi langsung dengan kepercayaan investor.

Daerah yang mampu menjaga sanitasi, pengelolaan sampah, serta perilaku hidup bersih dinilai lebih stabil secara sosial dan ekonomi. Dalam bahasa masyarakat akar rumput, ini sering diterjemahkan sebagai: “kalau daerah bersih, orang datang bawa uang.”

Jika dibaca lebih dalam, seminar ini mencerminkan pergeseran paradigma pembangunan di daerah. Kesehatan tidak lagi berdiri sendiri sebagai urusan teknis Dinas Kesehatan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi daerah.

Ada tiga pesan penting yang bisa ditarik:

Pertama, kesehatan kini menjadi bahasa investasi. Investor tidak hanya melihat infrastruktur jalan dan listrik, tetapi juga sanitasi, stunting, dan kualitas lingkungan hidup.

Kedua, kolaborasi lintas sektor menjadi keharusan. Keterlibatan akademisi seperti ITKES Muhammadiyah Sidrap menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah.

Ketiga, politik kesehatan semakin menguat. Kehadiran kepala daerah sebagai keynote speaker mempertegas bahwa isu kesehatan kini masuk dalam prioritas politik pembangunan.

Seminar ini diharapkan tidak berhenti pada ruang diskusi, tetapi melahirkan rekomendasi konkret yang bisa diimplementasikan di lapangan. Di tengah tantangan kesehatan masyarakat dan kompetisi antar daerah, Sidrap tampak ingin menegaskan satu pesan: daerah yang sehat adalah daerah yang paling siap melompat lebih jauh.

Dan di titik itu, peran kepemimpinan menjadi kunci—bukan hanya untuk bicara, tetapi untuk memastikan gagasan benar-benar turun menjadi kebijakan yang dirasakan masyarakat. (*)

Gambar berita Katasulsel