Jakarta, katasulsel.com – Banyak penggemar balap di Asia Tenggara masih melihat persaingan Veda Ega Pratama dan Hakim Danish sebagai duel utama di Moto3 2026. Namun jika melihat peta klasemen secara keseluruhan, kenyataannya situasi di lintasan jauh berbeda.
Saat ini, Veda bukan lagi sekadar bersaing dengan Hakim Danish. Pembalap muda Indonesia itu justru sedang bertarung melawan para penghuni papan atas Moto3 yang menjadi kandidat kuat perebut gelar juara dunia musim ini.
Usai seri Mugello, Veda Ega berhasil mempertahankan posisinya di jajaran lima besar klasemen. Posisi tersebut membuat targetnya kini bukan lagi sekadar menjadi pembalap Asia terbaik, melainkan menembus kelompok elite Moto3 dunia.
Maximo Quiles Jadi Target Utama
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Di puncak klasemen, nama Maximo Quiles tampil dominan dengan koleksi 145 poin.
Pembalap muda Spanyol itu menjadi standar baru di Moto3 musim ini. Konsistensi finis di barisan depan dan kemampuannya mengelola balapan membuat Quiles menjelma sebagai sosok yang sulit digoyang.
Jika Veda ingin naik ke level berikutnya, maka pembalap yang harus dikalahkan bukan lagi rival regional, melainkan sosok seperti Quiles yang kini memimpin kejuaraan dunia.
Alvaro Carpe dan Adrian Fernandez Menghalangi Jalan
Selain Quiles, dua nama lain yang menjadi ancaman serius adalah Alvaro Carpe dengan 93 poin dan Adrian Fernandez yang mengoleksi 89 poin.
Keduanya terus menunjukkan performa stabil sejak awal musim dan hampir selalu berada dalam perebutan podium.
Bagi Veda, mengurangi selisih poin dengan para pembalap ini menjadi tantangan besar dalam beberapa seri ke depan.
Setiap finis di zona lima besar akan sangat berharga karena dapat memperkecil jarak dengan kelompok terdepan.
Brian Uriarte, Rival yang Paling Dekat
Di antara para pesaing papan atas, nama yang paling realistis untuk dikejar Veda saat ini adalah Brian Uriarte.
Pembalap Spanyol tersebut telah mengumpulkan 67 poin dan masih berada dalam jangkauan perolehan poin Veda.
Persaingan keduanya diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik sepanjang paruh kedua musim karena sama-sama memiliki kecepatan dan agresivitas saat bertarung di grup depan.
Veda Sudah Naik Kelas
Fakta bahwa nama Veda kini diperbandingkan dengan Quiles, Carpe, Fernandez, dan Uriarte menunjukkan satu hal penting: pembalap Indonesia itu telah naik kelas.
Jika sebelumnya target Veda adalah menembus zona poin atau mengalahkan sesama pembalap Asia, kini pembicaraan mulai bergeser ke perebutan posisi elite Moto3.
Dengan usia yang masih muda dan musim yang masih panjang, peluang untuk terus mendekati para pemimpin klasemen masih terbuka lebar.
Karena itu, pertanyaan terbesar saat ini bukan lagi apakah Veda bisa mengalahkan Hakim Danish.
Pertanyaan yang mulai muncul adalah: seberapa dekat Veda Ega Pratama bisa mengejar Maximo Quiles dan kelompok pemburu gelar juara dunia Moto3 2026? (*)
