Sidrap, katasulsel.com — Selama lima hari terakhir, nama Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi pusat perhatian para guru se-Sulawesi Selatan.
Dari Makassar di pesisir barat hingga Kepulauan Selayar di ujung selatan, kontingen terbaik datang ke Bumi Nene Mallomo untuk bertarung dalam ajang PORSENIJAR PGRI Sulsel 2026.
Ketika pertandingan bulutangkis berakhir, Kota Makassar tampil sebagai penguasa lapangan.
Kontingen Kota Daeng berhasil mengamankan posisi juara pertama setelah melewati persaingan ketat dengan sejumlah daerah kuat lainnya.
Di belakang Makassar, Kabupaten Gowa menempati posisi kedua. Sementara Kabupaten Maros dan Kepulauan Selayar berbagi podium ketiga.
Menariknya, empat daerah yang naik podium mewakili karakter Sulawesi Selatan yang berbeda.
Makassar sebagai ibu kota provinsi.
Gowa sebagai daerah penyangga metropolitan.
Maros yang dikenal sebagai kawasan karst dunia.
Dan Selayar, kabupaten kepulauan yang berada jauh di selatan jazirah Sulawesi.
Semua bertemu di Sidrap.
Bukan untuk berpolitik.
Bukan untuk berdebat.
Tetapi untuk bertanding dan mempererat persaudaraan sesama guru.
Bagi Sidrap, PORSENIJAR 2026 bukan sekadar menjadi tuan rumah.
Ajang ini menjadikan nama Sidrap disebut berulang kali oleh ribuan peserta dari berbagai daerah seperti Bone, Wajo, Soppeng, Enrekang, Pinrang, Barru, Parepare, Palopo, Bulukumba, Toraja, Maros, Gowa, Selayar hingga Makassar.
Di atas podium memang tertulis nama Makassar, Gowa, Maros dan Selayar.
Namun di balik seluruh pertandingan itu, Sidrap menjadi panggung besar yang mempertemukan keluarga besar PGRI Sulawesi Selatan dalam satu semangat: olahraga, persahabatan, dan pengabdian untuk pendidikan. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
