Soppeng, katasulsel.com – Rabu (25/2/2026) di Aula BRI Watansoppeng, suasana agak formal tapi tetap hangat. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., hadir bukan sekadar duduk manis, tapi ikut menyaksikan MoU dan PKS layanan perbankan desa.
Acara ini terasa seperti “kick-off” baru bagi desa-desa di Soppeng. Dari kepala desa sampai petugas keuangan, semua hadir, menyaksikan BRI dan pemerintah daerah bersinergi untuk mempermudah layanan keuangan desa.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BPKPD Kabupaten Soppeng, Drs. H. Dipa, bersama BOH BRI Soppeng, Rahmatulloh Habibi, dengan Bupati Suwardi Haseng menyimak setiap detil. Ada canda ringan ketika salah satu pejabat desa berbisik: “Pak Bupati, semoga aplikasi bank ini lebih cepat daripada internet desa kita,” dan Bupati hanya tersenyum sambil menjawab, “Kalau desa lancar, kita semua senang.”
Rahmatulloh Habibi menegaskan bahwa MoU ini bukan sekadar formalitas. Tujuannya adalah digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah, memperkuat transparansi, dan mendukung Wilayah Bebas Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Bupati Soppeng menambahkan, “Kerja sama ini harus dirasakan manfaatnya di setiap desa. Dari administrasi lebih cepat, pembangunan lebih lancar, hingga masyarakat merasa pelayanan lebih dekat. Ini bukan sekadar tanda tangan, tapi mesin baru untuk desa-desa kita.”
Di antara deretan kursi tamu, terlihat senyum ringan kepala desa dan staf desa—karena akhirnya ada sistem yang memudahkan kerja mereka, tanpa harus bolak-balik kantor BRI.
Singkat kata, Rabu malam itu bukan sekadar MoU, bukan sekadar PKS. Itu adalah simbol Soppeng bergerak maju, Bupati turun tangan, dan pelayanan desa siap dipercepat. Kalau ada yang bilang birokrasi itu lambat, malam itu membuktikan: kalau Bupati hadir, semuanya bisa berjalan cepat. Bahkan mungkin lebih cepat dari WiFi desa yang kadang lemot.(*)



Tinggalkan Balasan