Sidrap, Katasulsel.com – Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, tak mau kalah meski dana transfer dari pusat tahun 2026 dipotong cukup banyak.
Bayangkan. Hanya Rp368 juta Dana Desa dan Rp788,772 juta ADD yang mereka kantongi, namun aparat desa tak menyerah.
Mereka menggelar pelatihan pengelolaan keuangan dan program “Jaga Desa” selama dua hari, Kamis (2/4/2026), untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran.
Kepala Desa Buae, H. Laupe Umar, menyebut sekitar 30–35 persen anggaran diarahkan ke ketahanan pangan lewat pembangunan fisik seperti jalan tani, jembatan, dan drainase.
“Meski dana terbatas, Silva yang tersisa juga kami manfaatkan sebagian untuk ketahanan pangan,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan pemateri dari kejaksaan dan Kepala Dinas PMDPPA Kabupaten Sidrap, Andi Surya Praja Hadiningrat, yang menekankan pengelolaan keuangan desa harus sesuai amanah Bupati dan mendukung program nasional, termasuk Koperasi Desa Merah Putih.
Andi Surya mengingatkan aparatur, “Jaga Desa ini hadir untuk memastikan aparat desa bekerja sesuai fungsi dan tugasnya.”
Camat Watang Pulu, Mansur, menegaskan desa adalah garda terdepan pembangunan. Ia mencontohkan keberhasilan desa-desa di wilayahnya yang masuk peringkat 20 besar nasional terkait Adipura.
Sinergi antar aparat desa dan pendamping desa disebut kunci agar program bakti sosial terus produktif dan membawa hasil nyata.
Dengan strategi “main di angka” ini, Desa Buae menunjukkan: meski dana terbatas, perencanaan matang dan pengawasan ketat bisa menjadikan desa tetap produktif, bersih, dan siap bersaing di tingkat nasional. Desa kecil, strategi besar, hasil maksimal—itulah pesan yang ingin ditanamkan pemerintah desa Sidrap.(*)


