PADANG – Awal tahun 2026 langsung ditandai kenaikan harga di berbagai sektor. Pada Januari 2026, inflasi year on year (y-on-y) Kota Padang tercatat sebesar 3,88 persen.
Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,52. Data ini dirilis resmi pada 2 Februari 2026.
Angka tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga terjadi hampir di semua lini pengeluaran masyarakat.
Dari 11 kelompok pengeluaran, 10 di antaranya mengalami kenaikan secara tahunan.
Kenaikan terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau. Ini biasanya menjadi penyumbang utama inflasi karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian.
Harga juga naik pada kelompok pakaian dan alas kaki.
Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga ikut terdorong. Begitu pula perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga.
Tekanan harga tidak berhenti di situ.
Kelompok kesehatan mengalami kenaikan. Transportasi juga terdampak. Rekreasi, olahraga dan budaya ikut naik. Pendidikan, penyediaan makanan dan minuman atau restoran, hingga perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi tahunan.
Hanya satu kelompok yang mengalami deflasi y-on-y, yakni informasi, komunikasi dan jasa keuangan.
Artinya, biaya layanan di sektor tersebut justru sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dengan inflasi 3,88 persen, daya beli masyarakat menjadi perhatian. Terutama karena kenaikan harga terjadi pada kelompok-kelompok kebutuhan dasar.
Awal tahun yang tidak sepenuhnya ringan bagi dompet warga Padang.

Tinggalkan Balasan