Parepare, katasulsel.com — Langsung panas. Tanpa basa-basi.
PSM Makassar tancap gas sejak menit awal saat menghadapi Persis Solo di Stadion Gelora B.J. Habibie, Sabtu (4/4/2026).
Tekanan tinggi. Agresif. Persis dipaksa turun dalam.
Belum setengah jam, gol datang.
Menit ke-18.
Yuran Fernandes muncul. Bek jangkung itu menuntaskan skema bola mati dengan sundulan terarah.
Kiper tak berkutik.
1-0.
PSM terlihat nyaman. Pola permainan rapi. High pressing berjalan efektif.
Lini tengah dikomandoi Gledson Paixao dan Dzaki Asraf. Alur bola Persis sering terputus.
Di sisi sayap, Savio Roberto dan Rizky Eka aktif. Membuka ruang. Menciptakan tekanan.
Persis bukan tanpa perlawanan.
Mereka mencoba lewat serangan balik cepat. Direct play. Bola panjang ke depan.
Nama Bruno Gomes dan Dejan Tumbas jadi tumpuan.
Namun lini belakang PSM solid.
Aloisio Neto dan Victor Luiz disiplin. Minim celah.
Di bawah mistar, duel kiper juga menarik.
Hilman Syah tampil tenang. Sementara Muhammad Riyandi tetap dipercaya sebagai starter.
Secara taktik, PSM menggabungkan penguasaan bola dengan serangan vertikal cepat.
Persis? Lebih langsung. Tanpa banyak kombinasi.
Hingga menit ke-26, skor 1-0 masih bertahan.
Tempo tinggi. Duel keras mulai terlihat.
Laga masih terbuka.
Satu momentum bisa mengubah segalanya.
Tapi jika PSM tetap konsisten…
Tiga poin berpotensi tetap di Sulawesi Selatan. (*)


