Tipue Sultan — Sulsel Editor
Redaktur Katasulsel.com, mengawal isu publik dan pembangunan daerah
Artikel: 469 Lihat semua

Teheran, Katasulsel.com — Iran telah menurunkan unit kontra-terorisme elite NOPO untuk mengamankan Pemimpin Tertinggi baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyusul pembunuhan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury.

Laporan awal menyebut Mojtaba sempat terluka, tetapi pihak Iran menegaskan bahwa pemimpin baru berusia 56 tahun itu aman dan sehat.

Mojtaba muncul di publik pada Kamis setelah media AS melaporkan bahwa Pasukan Khusus Kontra-terorisme NOPO bertugas melindunginya.

Ali Safavi, pejabat Komite Urusan Luar Negeri Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) berbasis di Paris, mengatakan kepada Fox News, “Dengan kepergian Ali Khamenei, NOPO kemungkinan besar akan melindungi Mojtaba Khamenei.”

NOPO, dibentuk pada 1991, adalah unit polisi antihuru-hara elite di bawah Komando Unit Khusus.

Unit ini dikenal sebagai pasukan terbaik dan terlatih dalam kepolisian Iran, awalnya bertugas menyelamatkan sandera, tetapi juga aktif menekan protes besar, termasuk kerusuhan mahasiswa 1999, protes Mahsa Amini, dan kerusuhan 2019.

Safavi menambahkan, NOPO kini menjadi unit yang sangat terspesialisasi berbeda dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang lebih luas.

Unit NOPO terdiri dari enam brigade: empat di Teheran, satu di Mashhad, dan satu di Isfahan. Safavi menyebut, “Mereka jauh lebih mematikan, kejam, dan loyal kepada Pemimpin Tertinggi. Khamenei tidak mempercayai pasukan keamanan lain untuk perlindungannya.”

Beberapa anggota NOPO kemungkinan tewas dalam serangan

yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, tetapi unit tetap beroperasi penuh, melakukan pengamanan dan penindasan terhadap potensi protes di seluruh Iran.

Bahkan pasukan elite ini terlibat pengawasan penjara-penjara politik dan menindak demonstran di masa krisis.

Mojtaba Khamenei, yang dikenal tertutup dan jarang muncul di publik, menyampaikan pidato perdananya pada Kamis sejak resmi diangkat pada 8 Maret.

Sebelumnya, Yousef Pezeshkian, penasihat pemerintah dan putra presiden Iran, menyatakan, “Mojtaba aman dan sehat,” meski ada laporan mengenai luka-luka saat serangan.

Laporan New York Times mengutip tiga pejabat Iran anonim yang mengatakan Mojtaba mengalami luka di kaki, tetapi berada di lokasi aman dengan komunikasi terbatas.

Pemilihan Mojtaba oleh Majelis Pakar Iran disebut-sebut direkayasa oleh IRGC untuk memastikan pengaruh mereka terhadap Pemimpin Tertinggi baru, menjadikannya lebih bisa dikendalikan dibanding ayahnya.

Beberapa sumber senior Iran menilai pemilihan Mojtaba akan mendorong kebijakan luar negeri lebih agresif dan penindasan internal yang lebih keras.

Dominasi IRGC disebut berpotensi mengubah Republik Islam menjadi negara militer dengan legitimasi agama yang tipis, mengurangi ruang bagi kompromi politik dan memperlemah dukungan masyarakat.

Keberadaan pasukan elite NOPO di tengah ketegangan internal dan eksternal menandai langkah strategis Iran untuk menjaga stabilitas rezim dan melindungi Pemimpin Tertinggi baru dari ancaman dalam maupun luar negeri.(*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.