Jika RMS resmi hengkang, maka efek paling cepat terasa adalah kekosongan kursi DPR RI yang harus diisi melalui PAW. Di sinilah politik prosedural bekerja. Putri Dakka berada pada posisi strategis untuk masuk, dan ini akan mengubah konfigurasi internal NasDem di parlemen.
Namun efek jangka panjangnya lebih besar: elite-elite daerah akan mulai membaca ulang peta politik nasional. Jika RMS bisa berpindah dengan mulus dan tetap relevan, maka fenomena “migrasi elite” berpotensi terjadi menjelang kontestasi berikutnya.
Jika RMS benar-benar hengkang ke PSI, maka itu adalah langkah yang rasional secara politik, meski berisiko secara historis. Ia meninggalkan rumah
Satu hal yang pasti: isu ini bukan lagi soal “pindah partai”. Ini tentang siapa yang lebih cepat membaca masa depan politik Indonesia—dan berani mengambil langkah sebelum yang lain menyadarinya.
Dalam politik, mereka yang terlambat membaca arah, biasanya hanya menjadi penonton. (*)
Penulis: Qadri L Nasurung / Luwu Utara

Tinggalkan Balasan