“Capaian semester kedua kami pandang sebagai fondasi awal pemulihan, meskipun secara akumulatif belum mampu menutup penurunan di awal tahun,” ujarnya, Selasa malam (6/1/2026).
Memasuki 2026, manajemen menargetkan kunjungan wisatawan berada di kisaran 120.000–130.000 orang, dengan fokus pada optimalisasi promosi digital, pengembangan produk dan event tematik, serta peningkatan standar pelayanan.
Namun di mata publik dan pemerhati wisata, target tersebut kini bukan lagi sekadar janji angka. Penurunan tajam sepanjang 2025 telah menempatkan kinerja Plt Dirut di bawah sorotan. Apakah 2026 akan menjadi titik balik pembuktian, atau justru memperkuat pandangan bahwa sudah saatnya dilakukan evaluasi kepemimpinan secara lebih tegas—itulah pertanyaan yang kini mengemuka. (*)

Tinggalkan Balasan