Di sinilah sisi lain cerita ini.

Bahwa hilangnya lima remaja ini bukan sekadar “kenakalan anak-anak”.

Ada faktor ekonomi kecil di belakangnya.
Ada tren baru yang tanpa sadar mendorong mereka masuk lebih jauh ke hutan.

Dan mungkin, tanpa persiapan yang cukup.

Advertisement

Kejadian ini seperti pengingat sederhana:

Bahwa hutan tidak pernah berubah.
Yang berubah adalah cara manusia mendekatinya.

Lebih berani. Lebih cepat. Tapi kadang lupa batas.

Mereka memang sudah pulang.

Tapi cerita dari Balocci ini belum selesai.

Advertisement

Karena bisa jadi, besok atau lusa, akan ada lagi yang masuk hutan—dengan alasan yang sama:

Mencari porang.
Atau mungkin… mencari petualangan. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.