Makassar, katasulsel.com — Ada cara berbeda tiap daerah menyimpan rasa aman. Di Sulawesi Selatan, dua wilayah menonjol sepanjang 2025: Wajo dan Sidenreng Rappang (Sidrap). Bukan karena gedungnya. Bukan pula karena pusat perbelanjaannya. Tapi karena emas.

Data Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan mencatat, 53,23 persen rumah tangga di Kabupaten Wajo memiliki emas atau perhiasan minimal 10 gram. Angka itu menempatkan Wajo di puncak. Di bawahnya, sangat dekat, ada Sidrap dengan 49,95 persen.

Dua daerah ini seperti berbicara dalam bahasa yang sama. Bahasa kehati-hatian.

Emas, bagi banyak keluarga di Wajo dan Sidrap, bukan sekadar perhiasan. Ia adalah tabungan. Ia adalah cadangan. Ia adalah jawaban saat keadaan mendadak berubah. Tidak perlu bank. Tidak perlu laporan bulanan. Cukup disimpan. Cukup dijaga.

Wajo punya sejarah panjang. Daerah pedagang. Daerah perantau. Tradisi menyimpan emas bukan hal baru. Ia diwariskan. Dari ibu ke anak. Dari generasi ke generasi. Emas menjadi simbol kemandirian ekonomi rumah tangga.

Sidrap berbeda, tapi tujuannya sama. Lumbung pangan. Sawah luas. Hasil pertanian menjadi napas ekonomi. Ketika panen baik, sebagian nilai disimpan dalam bentuk emas. Bukan untuk dipamerkan. Tapi untuk berjaga.

Di bawah dua daerah ini, ada Soppeng, Pangkep, Selayar, Maros, Barru. Angkanya masih tinggi. Tapi jaraknya jelas. Wajo dan Sidrap berada di kelas tersendiri.

Menariknya, kota besar tidak selalu ikut di depan. Makassar, misalnya, berada di kisaran 25 persen. Parepare sedikit lebih tinggi. Kota bergerak cepat. Uang berputar. Pilihan investasi beragam. Emas tidak selalu jadi prioritas.

Sementara di Wajo dan Sidrap, pilihan itu tetap sederhana. Emas dianggap store of value. Tahan inflasi. Mudah dicairkan. Aman diwariskan. Dalam istilah ekonomi, ini bentuk perlindungan aset rumah tangga yang paling klasik.

Rata-rata Sulawesi Selatan hanya 27,54 persen. Artinya, Wajo dan Sidrap hampir dua kali lipat di atas rerata provinsi. Ini bukan kebetulan. Ini pola.

BPS menyajikan data ini dalam Statistik Kesejahteraan Rakyat Sulawesi Selatan 2025. Angka-angka ini tidak sedang membandingkan siapa paling kaya. Tapi siapa paling siap.

Dan jika kesiapan diukur dari cara menyimpan nilai, maka Wajo dan Sidrap sudah lama belajar. Dalam diam. Dalam kilau emas.