“Pers akan tetap kritis. Tapi dari sisi awal periode kedua ini, Prof JJ memulai dengan modal kepercayaan yang sangat kuat,” pungkasnya.

Dengan kemenangan yang berlangsung mulus, Prof Jamaluddin Jompa kini memasuki periode kedua bukan sebagai pemimpin yang diuji oleh kontestasi, melainkan oleh ekspektasi.

Dan bagi media, fase ini justru menjadi ruang penting untuk mengawal akuntabilitas sekaligus memastikan kampus tetap menjadi rumah intelektual yang berpihak pada kepentingan publik. (*)