Ketiga, persepsi global ikut terguncang. Dunia kembali mempertanyakan: seberapa kuat sebenarnya sebuah kesepakatan damai, jika satu aktor kunci saja bisa mengabaikannya?

Di tengah semua itu, Selat Hormuz tetap menjadi taruhan besar. Jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia ini sempat diharapkan kembali stabil berkat truce AS–Iran. Namun dengan situasi yang terus memanas, ancaman terhadap stabilitas energi global kembali menghantui.

Kini dunia kembali menunggu.

Apakah ini hanya satu bab dalam konflik panjang?
Atau awal dari eskalasi yang lebih luas dan tak terkendali?

Yang jelas, satu kesimpulan tak bisa dihindari:
gencatan senjata bisa diumumkan dalam hitungan jam—tapi runtuhnya, bisa jauh lebih cepat. (*)

Gambar berita Katasulsel