BARCELONA – Malam tadi, Camp Nou menjadi saksi sejarah pahit bagi Hansi Flick. Untuk pertama kalinya dalam kariernya di Liga Champions, pelatih asal Jerman itu menyaksikan timnya gagal mencetak gol di fase gugur, ketika FC Barcelona kalah 0-2 dari AtlΓ©tico Madrid di leg pertama perempat final.

Drama dimulai sebelum babak pertama usai. Pau Cubarsi mendapat kartu merah setelah intervensi VAR, menyusul pelanggaran keras terhadap Giuliano Simeone. Dua menit kemudian, Julian Alvarez mengeksekusi tendangan bebas dengan presisi, menembus tembok pertahanan Barca dan membuka skor.

Meski terpaksa bermain 10 vs 11, Barca tidak menyerah. Lamine Yamal dan kolega mencoba menekan lini pertahanan Atletico, tetapi efektivitas serangan mereka menurun drastis. Alexander SΓΆrloth menutup malam mengerikan Barca dengan gol kedua pada menit ke-70.

Sisi menarik dari pertandingan ini:

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

  • Drama VAR dan kartu merah: Keputusan wasit yang memicu momen krusial menambah ketegangan. Ini jadi pelajaran penting bagi Barca soal disiplin di laga besar.
  • AtlΓ©tico yang disiplin dan efisien: Diego Simeone kembali menunjukkan filosofi β€œpertahanan dulu, serangan tepat sasaran”. Taktik 4-4-2 rapat mereka sukses mematikan kreativitas Barca.
  • Tekanan mental Flick: Sebagai pelatih berpengalaman, Flick harus mengelola tekanan ganda: kekalahan yang belum pernah dialami dan pertandingan penting leg kedua di Madrid.
  • Potensi comeback spektakuler: Lamine Yamal dan Barca harus menyalakan kembali kreativitas, menjaga penguasaan bola, dan memanfaatkan peluang set-piece untuk menembus pertahanan Atletico.

Bagi Flick, sejarah selalu bersahabat. Musim 2019/20 ia menjuarai Liga Champions bersama Bayern, termasuk menyingkirkan Chelsea dan Barcelona. Musim lalu, debutnya di Barca berakhir di semifinal menghadapi Inter Milan. Namun, malam ini menjadi pengingat: Liga Champions tak pernah ramah bagi yang lengah satu detik saja.

Barcelona kini menatap leg kedua di Madrid sebagai misi balas dendam. Selain itu, mereka juga akan menghadapi Espanyol di LaLiga, untuk menjaga momentum sebelum laga penentuan mendatang.

Statistik Flick di Liga Champions:

  • FC Bayern MΓΌnchen: 18 pertandingan / 16 menang / 1 seri / 1 kalah – Juara 2019/20
  • FC Barcelona: 25 pertandingan / 15 menang / 4 seri / 6 kalah – Semifinal 2024/25
  • Total: 43 pertandingan / 31 menang / 5 seri / 7 kalah
Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.